Asal Usul Turunnya Kitab Suci Weda

212

Weda merupakan kitab suci umat Hindu yang diturunkan langsung oleh Sang Hyang Widhi melalui para Rsi yang kemudian dikumpulkan dan dihimpun menjadi suatu kitab suci. Kitab suci ini disebut kitab suci weda.

Kata weda diambil dari dua pendekatan yang berasal dari bahasa sanskerta yakni “Wid” yang aktinya pengetahuan. Dan kata weda yang diakhiri dengan huruf A diartikan sebagai pengetahuan kebenaran sejati yang kini menjadi sumber ajaran bagi agama Hindu.

Menurut Maharsi Sanaya, kitab suci weda merupakan wahyu dari Tuhan Yang Maha Esa yang mengandung ajaran luhur untuk kesempurnaan umat manusia dan menghindarkan diri dari perbuatan jahat.

Weda ini sendiri merupakan ilmu pengetahuan suci yang maha sempurna yang berasal dari Sang Hyang Widhi dan didengarkan oleh Para Maha Rsi melalui wahyu sehingga weda disebgut sebagai Surti yang berarti sabda suci yang sebagian besar berisi nyanyian dari Sang Hyang Widhi dalam bentuk puisi yang dalam weda disebut sebagai Chandra.

Umat beragama Hindu yang menghayati dan mengamalkan weda akan mendapatkan ketenangan lahir dan batin. Untuk itu, bagi umat Hindu sebaiknya menghayati dan mengamalkan isi-isi dari kitab suci weda tersebut.

Weda merupakan wahyu yang turun dari Sang Hyang Widhi. Ketika wedha turun, saat itu pula weda dituliskan. Setiap agama tentu memiliki bahasa wahyunya masing-masing, termasuk juga kitab suci wedha. Umumnya bahasa yang digunakan setiap kitab suci sesuai dengan dimana wahyu atau kitab suci itu diturunkan.

Kitab suci weda menggunakan bahasa Sanskerta. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kitab suci weda diterima oleh Maha Rsi dengan menggunakan bahasa sanskerta. Dan hingga saat ini bahasa sanskerta digunakan dalam penulisan susastra agama Hindu.

Seiring perkembangan jaman, sesudah diturunkannya kitab suci weda. Kemudian para ahli sanskerta membedakan bahasa weda kedalam tiga kelompok yakni sebagai berikut:

  • Vedic Sanskrit

Vedic Sanskrit merupakan bahasa sanskerta weda yang umumnya jauh lebih tua dibandingkan dengan bahasa sanskerta. Bahasa ini juga digunakan dalam berbagai susastra agama Hindu seperti Purana, Itihasa, Dharmasastra dan lain sebagainya.

  • Classical Sanskrit

Classical Sanskrit merupakan bahasa sanskerta yang digunakan dalam susastra Hindu seperti Itihasa, Purana, Smrti, kitab-kitab agama dan Darsana yang dikembangkan setelah kitab suci weda.

  • Hybrida Sanskrit

Hybrida Sanskrit merupakan sanskerta yang tidak murni menggunakan kosa kata ataupun bahasa sanskerta sebagaimana yang digunakan dalam sanskerta kepulauan dan sanskerta campuran.

Umat Hindu meyakini kitab suci weda tidak berawal dan tidak berakhir seiring waktu. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih awal dari weda. Itu artinya weda sudah ada sebelum adanya pengertian waktu. Weda ada saat Brahman ada, yakni sebelum alam semesta ini diciptakan.