Arti Kehidupan Menurut Agama Hindu

19

Dalam hindu kematian bukanlah dari akhir siklus dalam kehidupan. Dalam kematian terdapat kehidupan, dan secara tradisi hindu, terdapat beberapa macam cara dalam tata cara mayat.

Kehidupan Lain Setelah Mati

Masyarakat dalam kepercayaan Hindu mengakui dan mempercayai ada kehidupan lain setelah mati. Komposisi tubuh manusia dalam konsep agama Hindu ada lapisan tubuh yang dinamakan Suksma Sarira. Yaitu lapisan tubuh yang tidak dapat dilihat atau disentuh seperti pikiran manusia.

Badan halus memiliki pikiran yang terletak jauh dari dalam tubuh. Sementara memori atau pengalaman buatan tubuh itu juga bisa disebut Citta yang merupakan bahasa sansekerta dari Suksma Sarira. Manusia yang hidup di dalam dunia ini juga merasakan pikiran yang bisa dilihat.

Maka dari itu Suksma Sarira atau Citta merupakan salah satu elemen yang membentuk karakter atau sifat seseorang. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dalam hidup ini pun akan melekat pada Suksma Sarira.

Karma Phala Sebagai Konsep Dasar

Seperti halnya tentang umur, kelahiran, rezeki dan jodoh seseorang, rahasia kehidupan ini tidak dapat dimengerti. Manusia tidak mempunyai kemampuan untuk memahami dan memutuskan dalam hal ini. Manusia hanya berusaha, tetapi ada kekuatan lain yang menentukan.

Ketentuan lain yang dimaksud adalah hukum karma yang dilihat dari lama berbuahnya. Kekuatan ini dapat diberakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Sancita Karma Phala
  2. Prarabdha Karma Phala
  3. Kryamana Kamra Phala

Pada dasarnya, agama dharma diajarkan melalui konsep dasar Karma Phala. Karma Phala sendiri berakar dari dua kata, yaitu Karma dan Phala. Karma merupakan perbuatan atau aksi dan Phala adalah buah atau hasil. Secara keseluruhan, Karma Phala adalah buah dari perbuatan yang telah dilakukan.

Karma Phala Sebagai Hukum Universal

Semua makhluk hidup dan setiap manusia diberikan optimisme oleh Karma Phala. Dalam ajaran ini, hasil akan didapatkan dari semua perbuatan yang diperbuat. Kita pun harus menerima hasil seperti apapun yang dilakukan atau diperbuat.

Setiap perbuatan akan mendatangkan hasil Karma Phala ini adalah sebuah hukum Universal. Dikenal juga sebagai Tri Karya Parisudha karena terdiri atas perbuatan melalui pikiran, perkataan dan tingkah laku.

Secara rahasia dan tiba-tiba tabungan karma baik akan datang memberikan pertolongan. Tapi itu berlaku bagi yang tulus melakukan kebaikan. Ketika musibah mengancam, maka pertolongan yang bentuknya bisa melalui tangan orang lain akan cepat datang.

Di sisi lain, tabungan karma baiknya akan sedikit bagi mereka yang tidak suka melakukan perbuatan baik. Apabila ada musibah mengancam pun tidak akan datang pertolongan yang muncul membantu.

Pengantar Roh ke Surga atau Neraka

Dalam Sarasanuscaya 2, dinyatakan bahwa di antara semua makhluk, menjelma sebagai manusia sungguh utama karena dia mampu melakukan perbuatan baik dan buruk serta melebur perbuatan buruk dalam perbuatan baik. Demikianlah keuntungan menjelma menjadi manusia

Dapat dinyatakan pula bahagia atau menderitanya seseorang tersebut. Begitu pun disebutkan dalam Veda, yaitu tentang keberadaan alam yang ada di planet lain sebagai surga dan neraka.

Gambaran Surga Kitab Purana

Alam surga adalah tempat para dewa dan roh-roh suci yang karmanya baik ketika masih hidup sebagai manusia. Di sana terdapat kondisi penuh kebahagiaan dan indah karena kedamaian dan kebaikan seperti digambarkan Kitab Purana. Bentuk yang lebih baik ketika terlahir kembali adalah roh yang terlahir dari alam surga.

Ciri-ciri Orang Lahir Dari Alam Surga Dalam Susastra Hindu

Banyak disebutkan tentang ciri-ciri orang yang lahir dari alam swarga loka dalam susatra Hindu sendiri. Seperti kutipan dari Kitab Slokantara menyebutkan, Ciri-ciri manusia yang lahir dari alam surga loka adalah bagi yang wanita akan terlahir cantik, bagi yang laki akan terlahir tampan dan terlahir di keluarga lebih bercukupan dan terhormat.

Bukan itu saja, ciri lainnya adalah :

  • Cerdas
  • Pemberani
  • Berwibawa
  • Baik hati
  • Bijaksana
  • Dermawan
  • Sehat lahir dan batin
  • Tenang
  • Suka belajar
  • Lemah lembut
  • Berbudi pekerti luhur
  • Tidak iri hati dan dengki
  • Tidak sombong
  • Penyabar

Agar Kelak Bisa ke Alam Surga

Sabar dan tidak sombong, pelit, berderma atau memfitnah adalah jalan utama agar kelak bisa menuju alam surga. Jangan lupa juga harus rendah hati, jujur dan terus menolong orang lain yang patut dilaksanakan supaya mempunyai tabungan karma baik menuju surga. Perbuatan baik itu juga bisa disebut Subha Karma Wesana dalam Hindu.

Perbuatan baik dapat mengantarkan roh kelahiran dari surga yang di mana kehidupan bahagia di sana. Tapi jika sebaliknya, yaitu perbuatan buruk atau disebut Asubha Karma Wesana, maka rohnya akan dihantarkan menuju neraka.

Alam Neraka, Alamnya Para Bhuta

Kemudian akan disebut Neraka Cyuta jika lahir kembali. Maka dari itu reinkarnasi atau punarbhawa seseorang sangat ditentukan oleh Karma Wesana tersebut. Alam neraka adalah alam para bhuta yang keadaannya buruk dan penuh sesak dengan roh orang-orang jahat.

Neraka adalah tempat penghakiman roh-roh jahat semasa hidup di dunia. Melaksanakan perintah orang tua dan nasihat guru adalah salah satu cara mengamalkan Veda untuk menghindari neraka. Dalam agama Hindu, mereka yang terlahir kembali dari alam Neraka Loka akan mempunyai ciri-ciri yang kurang baik. Maka harus disadari dan berusaha melakukan kebaikan sebagaimana yang diajarkan oleh Veda.