Apakah Korupsi Bagian Kebudayaan Dan Kepribadian Bangsa Indonesia?

13

Masalah korupsi bukanlah hal yang baru diperbincangkan di Indonesia. Hal itu dikarenakan sangat maraknya tindak korupsi diberbagai lapisan masyarakat. Tidak heran bagi sebagian orang menganggap bahwa korupsi adalah sebuah perilaku menyimpang yang sudah menjadi kebudayaan serta bagian dari kepribadian bangsa.

Secara filosofis, korupsi bukanlah sebuah kebudayaan. Sebab korupsi sungguh bertentangan dengan nilai dan unsur kebudayaan itu sendiri. Akan tetapi, korupsi dapat dikatakan sebuah kebudayaan jika meneliti motif dari korupsi itu sendiri. Salah satu diantaranya adalah nilai kebahagiaan. Hal ini sangat mendasar bagi manusia dan merupakan motif di balik tindakan korupsi.  

Menurut Furmensius Andi (2010), korupsi bisa dilihat sebagai kebudayaan dalam arti tingkah laku  yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Kebiasaan yang terus terpelihara dalam masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok yang besar seperti seperti bangsa Indonesia. Selain itu, prespekrif kebudayaan harus menjadi inti dari pemahaman tersebut.

Pada sisi lain, kepribadian dapat diartikan sebagai sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.

Menurut Reisthya Nida D.W (2011), korupsi akan menjadi cermin dari kepribadian bangsa yang bobrok dan sungguh membuat negara ini miskin karena kekayaan-kekayaan negara dicuri untuk kepentingan segelintir orang tanpa memperdulikan bahwa tindakannya akan membuat rakyat sengsara.

Furmensius Andi (2010) menambahkan bahwa mentalitas korupsi yang mendarah daging bukanlah sifat hakiki yang ada dalam manusia. Mentalitas korupsi pada dasarnya tercipta oleh mentalitas modern seperti budaya konsumtif, easy going, tidak mau bekerja keras dan lain-lain.

Pemahaman terhadap perseptif kebudayaan menjadi poin penting dari semua itu. Karena kebudayaan merupakan sebuah cermin kepribadian bagi setiap bangsa. Terlebih dominasi kebudayaan yang berasal dari luar mengakibatkan adanya pengetahuan dan keyakinan baru yang akan menguasi akal pikiran masyarakatnya.

Sehingga pendidikan dianggap mampu untuk mengembalikan citra baik bagi bangsa Indonesia.