Apakah Jurusan Kuliah Harus Sama Dengan Hobi?

72
i

Pertanyaan yang seringkali aku dengar dari para calon mahasiswa. Apakah memilih jurusan kuliah harus sama dengan hobi kita sehari-hari? Ketika ditanya balik, apa alasan mereka menanyakan itu, banyak sekali, mulai dari takut salah ambil jurusan, hingga permintaan dari orang terdekat.

Perlu kita ketahui, bahwa sebenarnya kuliah itu tidak hanya disesuaikan dengan hobi, melainkan passion. Jawabannya, karena passion itu memiliki tingkat stress yang mau tidak mau kamu harus menganggapnya sebagai tantangan.

Sehingga kamu harus melawannya dengan seluruh kemampuan yang kamu punya, seperti intelektual dan emosional kamu. Nah, hobi itu kegiatan yang kamu lakukan untuk menghilangkan stress, bisa dari rutinitas atau masalah yang datangnya silih berganti.

Kalau sudah begini, kita harus bijak dalam memilih jurusan kuliah yang sesuai dengan passion kita. Empat tahun untuk menjalani kuliah itu bukan waktu yang singkat. Terlebih tekanan tugas dosen, praktikum, ataupun organisasi yang siap menghadang. Maka dari itu, kuliah perlu sekali menyesuaikan dengan passion yang dimiliki setiap individu.

Ini yang paling penting, jangan sekedar ikut-ikutan dengan teman!

Pasti alasan kalian supaya ada teman. Kawan, teman itu ada di manapun, jadi jangan takut untuk merasa tidak punya teman saat kuliah nanti. Kabar baik kalau kamu dan temanmu punya passion yang sama, sehingga kalian bisa mengambil jurusan yang sama.

Nah kalau passion kamu sama teman kamu berbeda jauh? Bisa bahaya itu untuk keseharian kamu selama empat tahun ke depan. Bisa-bisa kamu depresi berkepanjangan.

Sebagai contoh, aku hobi menulis ini memang sejak kecil. Namun, ada kala aku berhenti untuk menulis. Alasannya pertama tentu karena aku memprioritaskan kuliahku. Aku tidak mau nilai IP/IPK-ku jatuh begitu saja. Jurusan agroekoteknologi di fakultas pertanian, sebenarnya juga bukan aku yang mau untuk masuk ke dunia pertanian. Ya memang aku dari kecil tidak pernah berkecimpung di dunia seperti itu.

Tetapi aku memantapkan tekadku hanya karena dua pertanyaan yang selalu ‘menghantui’-ku sejak dulu. Bagaimana bisa harga cabai naik turun drastis?

Sesulit apa para petani untuk menyediakan hasil panennya demi memenuhi permintaan pasar? Dua pertanyaan itu selalu aku pegang teguh. Hal lainnya yang selalu aku ingat adalah pesan dari ayah.

“Agroekoteknologi adalah jurusan yang kamu pilih, jadi mau tidak mau kamu harus menjalaninya sampai akhir dengan segala resiko.”

Alasan kedua aku berhenti menulis, tentu aku merasa bosan. Aku ingin melakukan hobiku yang lainnya, seperti membaca novel, hangout dengan teman, ataupun sekedar menonton film.

Sehingga aku rasa, jika kalian tetap menyamakan jurusan kuliah dengan hobi, kekhawatiran besar adalah jika kalian sudah terlanjur bosan, pasti rasanya ingin berhenti total. Tetapi kalau kalian menyamakannya dengan passion, akan berbeda lagi rasanya jika merasa bosan.

Mau tidak mau kalian harus menaklukkannya dengan segala kemampuan demi cepat lulus dan segera mendapat pekerjaan sesuai dengan wishlist kalian.

Setelah menguatkan tekad dan menetapkan pada pilihan jurusan yang akan kalian ambil. tadi, Pasti ada pertanyaan dalam hati. Apakah aku bisa tetap menggeluti hobiku semasa kuliah? Kalau jawaban dari aku, bisa! Organisasi di kampus itu banyak sekali jenisnya, bahkan teman organisasi juga jangkauannya sangat luas.

Jadi jangan takut kalau hobimu tidak bisa terasah ataupun kesulitan mencari teman. Kabar baiknya lagi, jika hobimu bisa menghasilkan uang juga di masa depan, kamu bisa menganggapnya sebagai bonus. Alasannya tentu kalian sudah tahu, karena uang dari hobi itu tidak selamanya mengalir.

Setiap manusia ada kalanya untuk berhenti dari hobi biasanya, dan memilih hobi yang lain. Sehingga jika kalian tetap menekuni passion-mu sampai matang, dan mendapatkan pekerjaan yang nyaman pula. Uang akan tetap mengalir, stress juga tidak berkepanjangan, dan hidup tidak terasa berat.

retro
Gadis pecinta novel thriller dan fanfiction ini menikmati dunia kepenulisan sejak kecil. Terbiasa menjadi sosok adaptif, tapi masih suka moody. Kelahiran 1998 di Malang, sekarang juga sedang kuliah S1 di Malang, seperti hanya numpang lahir kemudian kembali lagi ke tanah kelahiran. Tingkah anehnya yang membuat orang lain cenderung menjauh, tapi justru ia sangat menikmati kesendiriannya itu. Ya kalau bisa segala sesuatu dikerjakan sendiri, kenapa harus merepotkan orang lain?