Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Sangat Dekat dengan Gadgetnya?

21

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin hari, kian tak terkendali. Lihat saja di pemberitaan televisi, Koran, bahkan yang berselancar bebas di dunia maya, berbagai alat terbaru diciptakan. Para ilmuwan berlomba-lomba memunculkan teknologi baru yang canggih dan tepat guna. Begitu juga berbagai perusahaan, saling berkompetisi untuk menghasilkan produk yang paling menarik. Satu dari sekian alasan ini semua, adalah untuk mempermudah hidup manusia.

Kita semua terlena dengan hal itu, tanpa menyadari berbagai ada sesuatu hal yang hilang dari diri kita semua. Hal yang sejatinya menjadi cikal bakal untuk selalu mengoptimalkan potensi diri. Malangnya, berbagai teknologi canggih ini, sudah mengikis sedikit demi sedikit sikap kerja keras dan pantang menyerah manusia.

Terbiasa menggunakan gadget misalnya, orang-orang akan malas untuk berjalan ke luar, bahkan hanya sekedar membuka pintu kamar, di pagi hari, hanya untuk menyapa orang tua. Anak-anak hari ini, lebih senang untuk berdiam diri di kamar dengan gadget di genggaman mereka.

Kebiasaan mengurung diri di kamar seperti ini, sesungguhnya tidaklah baik. Ini akan menjadi salah satu indicator yang memicu hilangnya sikap peduli. Dan, menjadi pemicu semakin tumbuh subur apatisme dalam diri seseorang, terlebih pada generasi muda.

Perlu untuk diwaspadai, bahwa generasi muda yang cenderung apatis akan menjadi bahaya terbesar dalam kelangsungan keberadaan suatu negara. Betapa tidak? Generasi mudalah yang akan menjadi tulang punggung, yang akan menopang keberlangsungan negara di masa yang akan datang.

Sekiranya sekarang ini, dalam wilayah domestic yang kecil saja, yaitu rumah, tempat tinggal sendiri, dia tidak peduli, bagaimana mungkin dia akan diharapkan untuk menjadi penopang masa depan bangsa.

Untuk itu, perlu disikapi dengan cerdas dan bijak, apakah masih dianggap wajar, jika anak atau remaja (generasi muda) terus menerus hanya terpaku memerhatikan gadget mereka saja. tanpa peduli dengan keadaan sekelilingnya. Orang tua perlu memikirkan ini dengan serius!

Sesekali ajaklah anak-anak Anda untuk berkumpul di ruang makan, atau duduklah bersama mereka di depan televise. Cobalah ajak mereka untuk mengobrol ringan. Tanyakan apa saja yang mereka lakukan hari ini, kemana saja tempat yang sudah mereka kunjungi seminggu ini. Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan ringan, untuk membuka sebuah percakapan.

Jika Anda bukanlah orang yang bisa berdiam diri di rumah seharian, mungkin Anda adalah workaholic yang punya jadwal padat, sempatkanlah sekali dalam seminggu untuk berbincang dengan anak Anda.

Sadar atau pun tidak, yakin atau pesimis, mencoba membangun komunikasi dengan perbincangan-perbincangan ringan, akan membangun hubungan yang harmonis dengan anak Anda. Terlebih usaha kecil yang Anda lakukan itu akan membantu Anda untuk selalu dekat dengan mereka.