Apa Saja Perbedaan Kpop Zaman Dulu dan Sekarang?

11

Siapa yang saat ini tidak mengetahui industri hiburan Kpop di Indonesia? Yap, Hallyu Wave sudah merambah ke seluruh kota – kota besar di tanah air hingga negara – negara adidaya. Perkembangan industri hiburan kpop menjadi salah satu faktor penting bagi kesejahteraan negeri ginseng, Korea Selatan tersebut. Bagaimana tidak, sebut saja grup yang kini sudah Go International, BTS, berhasil memberikan keuntungan negara dengan meningkatkan devisa dan memberi inflasi yang meningkat untuk rakyatnya. 

Tetapi siapa sangka, berkembangnya industri hiburan kpop saat ini tidak lepas dari kesulitan – kesulitan yang dihadapi beberapa idol generasi pertama hingga saat ini. Perjuangan demi perjuangan idol generasi pertama dan kedua tidak lepas untuk memberikan jalan kepada generasi berikutnya agar mudah memasuki pasar Internasional.

Sebut saja TVXQ dan BOA yang membuka jalan bagi boygroup Korea Selatan untuk merambah ke industri musik Jepang. Dilanjutkan oleh SUPER JUNIOR yang berhasil menguasai beberapa negara Asia Tenggara hingga Eropa dan Amerika. Dilanjutkan oleh SNSD  dan Kara yang mengokohkan girl group kpop di Jepang. WONDER GIRLS pun membuka jalan untuk girl group kpop merambah pasar musik USA.

Tidak mau ketinggalan Bigbang dan 2NE1 yang mematahkan stereotip dimana idol juga bisa bernyanyi dengan genre hip – hop. Semua kesuksesan yang diraih oleh mereka membuktikan eksistensi KPOP terus menerus menelurkan para penyanyi terbaik dan mengesankan.

Sekarang ini nama BTS, EXO, TWICE, BLACKPINK, SEVENTEEN, MONSTA X, NCT, hingga RED VELVET sudah mendunia. Masing – masing dari mereka sudah banyak melakukan tour dunia dengan jumlah penonton dan pembelian tiket yang fantastis. Terdapat banyak perbedaan bagaimana generasi pertama dan kedua kpop mempromosikan musik mereka dengan generasi sekarang ini. 

Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai beberapa perbedaan industri kpop zaman dulu dan sekarang. Simak selengkapnya dibawah ini ya.

  • Sebelum Lightstick, Fans Menggunakan Balon sebagai Identitas Fandom 

Perbedaan yang pertama adalah Identitas Fandom. Di zaman dahulu saat idol kpop generasi pertama mulai bermunculan, para fans secara kreatif menggunakan balon untuk menyemangati idola mereka masing – masing.

Setiap balon dari grup kpop pun berbeda – beda. Yang paling terkenal pada zamannya yaitu TVXQ menggunakan warna Pearl Red untuk fandomnya yang bernama Cassiopeia, Super Junior dengan warna Sapphire Blue untuk fandom bernama Everlasting Friends (ELF), dan 2PM menggunakan warna balon Pearl Black untuk fandom mereka, HOTTEST.

Saat ini kita bisa temukan berbagai macam lightstick dari berbagai macam grup. Tentunya dengan model yang unik agar menandai identitas dari grup fandom tersebut.

  • Media Interaksi Menggunakan Cyworld

Sebelum ada media sosial yang menjamur seperti saat ini, para idol kpop generasi pertama dan kedua lebih banyak menggunakan media interaksi Cyworld untuk berkomunikasi dengan fans. Cyworld sendiri merupakan satu – satunya media interaksi yang bisa menghubungkan idol dengan fans baik fans Korea Selatan maupun Internasional. Cyworld menjadi satu – satunya portal komunikasi yang bisa digunakan para idol saat itu. Dengan mendaftarkan nomor identitas, kamu dan idolamu bisa saling berinteraksi melalui dunia maya

  • Akses Siaran Idol Sulit Di Akses

Tidak seperti sekarang yang sudah banyak menyediakan akses untuk menonton drama atau hiburan Korea Selatan, idol pada zaman dulu hanya memiliki satu akses siaran bernama program TVAnts. TVAnts merupakan platform untuk para fans melakukan streaming acara langsung. TVAnts kala itu menjadi satu – satunya akses, sekalipun kualitas gambar yang disajikan sangat buruk. Di tambah lagi program TVAnts adalah program yang rawan virus.

  • Sulitnya Menemukan Subtitle

Sudah sulit untuk menemukan siaran, di tambah lagi susahnya mencari subtitle sekalipun dalam berbahasa Inggris di zaman dulu. Oleh karenanya, bagi para fans Internasional harus bekerja keras mempelajari dan memahami bahasa Korea agar tahu apa yang idolanya sampaikan. 

  • Pekerjaan Idol Sempat Dipandang Sebelah Mata

Di awal tahun kemunculan para idol generasi pertama,  banyak orang tua yang memandang sebelah mata pekerjaan sebagai idol. Mereka menilai pekerjaan ini tidak stabil dan tidak menjanjikan, Namun seiring berjalannya waktu dan melihat banyak idol yang sukses hingga Go International, orang tua pun semakin banyak yang mengizinkan anaknya untuk menjalani pelatihan sebagai Idol.