Andi Arief Klaim Kemenangan Pemilu Sumber Kekacauan

22

Salah satu kabar yang cukup mengejutkan hari ini, adalah ketika Andi Arief mengatakan klaim kemenangan kubu Prabowo sumber kekacauan tanah air. Sebagai politikus Partai Demokrat, ia pun menjelaskan bahwa selain itu, kecurigaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu, menjadikan situasi politik Indonesia saat ini begitu menyedihkan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Andi berkata bahwa setiap hari masyarakat disajikan silang pendapat yang begitu ketat, dengan upaya saling klaim kemenangan dari kedua kubu, sehingga menimbulkan polemik dalam masyarakat. Kegaduhan, sumpah serapah, serta sikap ejek-mengejek antar warga seolah menjadi hal biasa di negara Indonesia belakangan ini.

Beliau menambahkan, klaim kemenangan kedua kubu terlihat disaat kedua paslon nomor urut 01 dan paslon nomor 02 saling menyatakan diri sebagai pihak pemenang. Menurut Andi, perihal itu dapat berpengaruh cukup besar pada pendukung masing-masing kubu. Massa pendukung kubu Jokowi maupun massa pendukung kubu Prabowo akan saling membela dan membenarkan setiap pernyataan paslon dukungan mereka.

Andi melanjutkan, kecurigaan kubu Prabowo-Sandiaga serta desakan mereka pada KPU agar paslon 01 didiskualifikasi penyebab keadaan politik negeri kacau balau. Ditambah rencana gerakan people power dengan aksi turun ke jalan pada 22 Mei mendatang terdengar begitu menakutkan.

Andi berpesan proses demokrasi harus sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Hasil pemilu apapun yang diterima, semua sengketa setelahnya mesti diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK). Solusi untuk kekacauan politik negeri ini ialah kejujuran dari masing-masing peserta juga penyelenggara pemilu. Para oknum yang terlibat Pemilu harus menjunjung tinggi integritas dan keadilan.

Teruntuk paslon Jokowi-Ma’ruf Amin, Andi berharap mereka bertindak jujur dan tegas terkait tuduhan penyalahgunaan lembaga-lembaga penegak hukum yang diterima mereka.

Teruntuk paslon Prabowo-Sandiaga, Andi meminta pembuktian Prabowo atas klaim kemenangan 62 persennya. Jika Prabowo dapat membuktikan hasil survei internalnya benar, justru akan membawa pengaruh baik sewaktu pengumuman resmi KPU.

Terakhir untuk KPU dan Bawaslu, Andi Arief meminta kedua lembaga bekerja secara jujur dan menerapkan asas keadilan dalam menghitung hasil Pemilu 2019.