Amien Rais Menjadi Saksi Sidang Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

28

Kamis (4/4/2019) pukul 08.34 Amien Rais selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menghadiri Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kehadirannya di Pengadilan tersebut dalam rangka bersaksi dalam sidang terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet.

“Jadi saksi terkait Ratna Sarumpaet”,  jawab amien di Pengadilan Jakarta Selatan

Berbagai awak media mengajukan pertanyaan yang beragam,  salah satunya adalah informasi lebih jauh terkait kasus ini. Namun,  Amien meminta wartawan untuk tetap tenang dan menunggu keterangannya nanti di persidangan.

Jaksa Penuntut Umum, sebelumnya telah memeriksa perkara terdakwa Ratna Sarumpaet atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax tersebut. Selanjutnya dihadirkan kembali 4 saksi tambahan untuk memberikan keteranganbterkait penyebaran berita bohong. Empat orang tersebut adalah Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Amien Rais,  Andika, Yudi Andrian dan Eman Suleman yang merupakan pengunjuk rasa terkait kasus Ratna Sarumpaet.

Kasus penyebaran berita bohong ini memang seakan tidak memiliki ujung, karena terus melalui berbaga tahapan serta proses yang tidak mudah. Pengumpulan sakti dan atau pengumpulan bukti-bukti autentik lainnya. Upaya pengumpulan sakti ini diharapkan bisa memutusbtali rantai permasalahan Ratna Sarumpaet.

Pada selasa (2/4/2019)  JPU juga memanggil saki.  Keempat orang tersebut adalah wakil ketua pemenangan nasional Prabowo-Sandi serta Ketua Yayasan Merah Putih Nanti Sudarwani atau lebih dikenal dengan nama Nanik S Deyang. Serta tiga staff lainnya bernama Ahmad Rubah,  Sabaruddi,  dan Makmur Yulianto alias Pele.

Dalam keterangan yang diberikan oleh saksi tersebut saksi membenarkan adany pertemuan Ratna Sarumpaet beserta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon; Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN),  Amien Rais beserta ana,  Harum Rais; serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI),  Said Iqbal di Lapangan Olahraga Polo Kuda yang merupakan milik Ketua Umum Partai Gerindra dulu Bogor pada 2 Oktober 2018.

Akhir pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan dalam menyelenggarakan konferensi pers dengan menyatakan kecamatan pihak mereka atas penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet di Kartanegara IV,  Jakarta Selatan (2/10/228)  malam.

Undangan terhadap berbagai awak media disebar dalam menyampaikan hal-hal yang dianggap penting,  sebelum akhirnya pemberitaan ini dianggap pembohongan publik.

Sampai dengan saat ini pihak Ratna Sarumpaet sudah menyampaikan kesalahannya,  namun persidanganntetap bergulir dan belum menghasilkan keputusan yang jelas.

Kasus pembohongan publik Ratna Sarumpaet bukanlah satu-satunya hal yang terjadi di Indonesia. Banyak kasus penyebaran berita bohong lainnya yang luput dari media. Hal ini menjadi PR bersama terutama awak media dalam memberikan keterangan serta informasi.

Sebelumnya harus ditelusuri data berikut fakta yang autentik demi mencegah tersebarnya berita bohong,  yang tentu akan merugikan berbagai pihak. Terutama masyarakat secara umum yang melihat bagaimana video tersebut disebarkan.

sumber: news.detik.com