Al-Qur’an Sebagai Pedoman Umat Muslim dan Sumber Pengetahuan

9

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pegangan utama dalam menjalankan kehidupan. Selain itu, ia juga merupakan undang-undang yang mutlak dan suci yang berasal dari Yang Mahakuasa. Karena itu, meyakini keberadaan al-Qur’an sebagai kitab suci yang wajib diimani adalah mutlak, dan ia merupakan bagian dari rukun iman.

Sebagai kitab suci yang dipegang dalam menjalankan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat, al-Qur’an selalu dibaca, diteliti, ditafsirkan, dan didalami kebenarannya. Berbagai penelitian ilmiah juga telah membuktikan tentang kemukjizatan al-Qur’an, sebagai satu-satunya kitab suci yang akan selalu sejalan dengan setiap zaman. Sejak zaman Nabi Muhammad saw, di masa turunnya, hingga di abad millennial ini, bahkan hingga nanti, al-Qur’an akan selalu sesuai dengan segala zaman. Oleh sebab itu ia disebut shalih li kulli zaman wa makan, atau selalu sesuai dengan segala waktu dan semua tempat.

Kemukjizatan al-Qur’an adalah hal pasti. Ia merupakan kitab suci terakhir yang menjadi penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as, Zabur kepada Nabi Daud as, dan Injil kepada Isa as. Sebagai kitab suci terakhir yang turun dari langit, al-Qur’an juga menjadi dasar kebenaran adanya kitab-kitab sebelumnya.

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, Nabiyullah terakhir yang menjadi penutup sekalian nabi dan rasul. Artinya, tidak ada lagi kenabian setelah kenabian Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur oleh malaikat Jibril, yang dikenal juga dengan ruh al-amin.

Wahyu yang pertama kali turun adalah QS al-Alaq ayat 1-5 yang di dalamnya mengandung banyak isyarat Allah kepada manusia. Mulai dari peristiwa penciptaan manusia hingga motivasi manusia harus mencari pengetahuan. Urgensi pentingnya ilmu, juga menjadi salah satu makna tersirat dari wahyu pertama ini.

Al-Qur’an diturunkan terbagi dalam 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat. Setiap ayat apabila dibaca akan mendatangkan pahala bagi pembacanya. Bahkan orang yang rutin membaca al-Qur’an akan mendapatkan syafaat atau pertolongan di hari akhir melalui ayat-ayat al-Qur’an yang senantiasa di bacanya. Selain itu, orang Islam yang di rumahnya sering dibacakan al-Qur’an, maka rumah itu akan memamncarkan aura ketenangan dan kedamaian. Ini akan berbeda dengan rumah yang sama sekali tidak pernah dibacakan al-Qur’an, meskipun rumah itu megah, mewah dan indah, namun pada rumah tersebut, tidak memancarkan cahaya.

Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan yang komplit. Segala sisi yang menjadi bagian kehidupan umat manusia, dan seluruh makhluk dipaparkan dengan lengkap. Semua ini menjadikan al-Qur’an satu-satunya kitab suci yang dari dulu hingga sekarang bahkan nanti, tidak akan pernah mengalami perubahan, pengurangan, penambahan dan segala hal yang membuatnya tercampur dengan yang lain. Sebab penjagaan al-Qur’an bukan hanya dari umat Islam saja, namun Allah juga menjamin keterpeliharannya kitab suci yang mulia ini.