Akui Diri Ketua Anarko Sindikalis, Pius Curi Helm Polantas

18

Jakarta, 15 April 2020 – Seorang pria bernama Pius ditangkap polisi karena telah mencuri helm milik salah seorang polantas. Kepada polisi, Pius ini mengaku dirinya sebagai ketua dari kelompok Anarko Sindikalis. Aksi pencurian helm ini terjadi pada Minggu lalu yang dilakukan  di daerah Semanggi, Jakarta Selatan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian, tentang aksi tindakan kriminal dengan pelaku bernama Pius.

Pius ketika sedang menjalani proses pemeriksaan, disebutkan Jerry bahwa dia mengaku sebagai Ketua Anarko Sindikalis Indonesia yang dikenal dengan sebutan A1. Pengakuan Pius ini bahkan direkam menggunakan video dan sudah tersebar di media sosial. Video yang sudah beredar tersebut bisa menjadikan situasi semakin tidak kondusif di tengah penyebaran virus corona.

Selanjutnya Jerry menyebutkan video yang berisi Pius mengaku diri sebagai ketua kelompok Anarko ini sudah diserahkan Kepada Subdit Keamanan Negara Polda Metro Jaya. Jadi, video ini tidak diproses lagi oleh Subdit Jatanras. Karena pihak Subdit Jatanras hanya bertanggung jawab untuk menangani kasus pencurian yang dilakukan oleh pelaku. Saat ini video tersebut sudah diserahkan ke Kamneg  untuk bahan penyidikan.

Pius dalam video tersebut menyebut dirinya ialah Ketua dari kelompok Anarko Sindikalis sebagai A1. Bahkan Pius juga menyebutkan nama lengkapnya yaitu Pius Laut Labungan yang lahir pada tanggal 7 Juni 1995 di Ambon. Pius kemudian menyebutkan bahwa dia ketua Anarko yang bertujuan untuk mewujudkan tatanan dunia yang baru yang tidak dipimpin oleh pemerintahan.

Kemudian Pius menambahkan bahwa terdapat anggota lain yang mana dilimpahi peran dan tugas yang berbeda dalam kelompok. Pius bahwa menyampaikan dia memiliki A2 yang bernama Johan, tugasnya untuk mencari dana. Kemudian Andreas Tagala sebagai A3 yang memiliki tugas untuk mengkoordinir lapangan. Selanjutnya ada Siamanaloho sebagai A4 untuk memberikan doktrin.

Sebelumnya, terdapat 4 pelaku vandalism yang sudah diringkus polisi saat melakukan aksi di kota Tangerang. Pelaku ini menganut paham anarkisme dan menuliskan kalimat provokasinya yang berbunyi, ‘kill the rich’, sudah krisis, saatnya membakar’ serta ada juga kalimat ‘mau mati konyol atau melawan’. Berbagai tulisan tersebut tentunya menunjukkan bahwa ia memang ingin melakukan berbagai kegiatan anarkis.

Inspektur Jenderal Nana Sudjana selaku Kapolda Metro Jaya menyebutkan bahwa kelompok anarko juga sedang menyusun skenario. Tujuannya agar berhasil tercipta penjarahan di sejumlah wilayah yang ada di Pulau Jawa ketika wabah virus covid-19 sedang berlangsung. Aksi ini rencananya akan dilakukan pada tanggal 18 April mendatang terutama di pulau Jawa. Tujuannya agar masyarakat resah dan khawatir dengan keonaran yang mereka buat.