Akhirnya PSMS Kembali ke Liga 2

29

Sungguh menyedihkan dan sangat menyedihkan ketika tim sepakbola kebanggaan masyarakat kota Medan harus kembali turun kasta ke Liga 2. Pada laga terakhir, PSMS Medan harus takluk dari PSM Makassar dengan skor 5-1. Sungguh mengecewakan. Poin akhir yang didapatkan PSMS pun hanya 37 poin dan diatasnya ada Mitra Kukar dengan 39 poin dan Sriwijaya FC 39 poin. Artinya, ketiga tim itu harus turun kasta dan mengarungi Liga 2 dan berjuang untuk dapat naik lagi ke Liga 1 pada tahun berikutnya.

Terutama untuk PSMS Medan yang baru tahun ini menjajaki Liga 1, tetapi harus turun lagi ke Liga 2. Artinya hanya sebentar saja bertarung di Liga 1. Dengan kata lain, PSMS Medan hanya numpang lewat saja. Sangat memilukan, menyedihkan dan tak menyangka harus turun kasta kembali. Pastinya, para pendukung sejati PSMS seperti Smeck Hooligan, KAMPAK, PSMS FC dan lainnya sangat bersedih melihat kenyataan ini. Ada yang mengatakan bahwa Liga 2 bukan panggungnya PSMS. Tetapi semangat itu tak mampu diwujudkan dalam pertandingan. Mungkin perjuangan maksimal para pemain belum mendapatkan buah yang manis. Maka, untuk itu, berbenahlah wahai manajeman PSMS beserta staff lainnya.

Salah Siapa?

Tak ada yang perlu disalahkan apalagi saling menyalahkan. Semua telah terjadi dan PSMS telah turun kasta ke Liga 2. Terpenting, manajemen klub segera berbenah bila ingin PSMS Medan naik kembali ke kasta tertinggi Liga 1 kembali. Tak ada kata lain, yaitu berbenah dan berbenah. Banyak kekurangan yang terlihat di dalam tubuh manajemendan juga para pemain. Manajeman PSMS melalui sekretarisnya Julius Raja mengatakan, gagalnya PSMS bertahan di Liga 1 musim ini, karena materi pemain sangat berbeda kualitasnya dengan kompetitor. Dengan mengandalkan pemain-pemain muda, menurutnya PSMS tak bisa bersaing dengan klub lain yang memiliki segudang pemain berpengalaman.

Jikalau manajemen sudah tahu kekurangan itu, mengapa tidak berbenah dari awal?. Itu pertanyaan sederhananya saja. Ketika para pemain kurang pengalaman, mengapa tidak mendatangkan pemain berpengalaman? Setidaknya, dana manajemen harus mampu untuk mendatangkan beberapa pemain berpengalaman untuk menghangatkan kompetisi Liga 1 dan PSMS juga dapat bersaing dengan klub lainnya.

Penulis juga sebagai pendukung PSMS Medan merasa kecewa dengan hasil buruk ini dan berusaha untuk tidak saling menyalahkan. Harapannya, ada pembenahan maksimal dari manajemen tentunya. Banyak juga yang menyesalkan terhadap manajemen pada pertengahan musim, dimana striker PSMS Medan saat itu Wilfried Yessoh sangat minim gol. Banyak keinginan untuk dirinya diganti, tetapi pada putaran kedua baru dirinya pun digantikan dengan Felipe Martins.

Striker PSMS, Felipe Martins dapat dikatakan lebih baik dari striker sebelumnya, namun performanya belum mampu membawa PSMS keluar dari zona degradasi, hingga akhirnya kenyataan adalah Liga 2 menjadi tempat yang pas untuk PSMS. Dalam beberapa kesempatan, penulis juga meragukan penampilan PSMS sekarang mampu membawanya bertahan di Liga 1. Pasalnya, pada awal-awal Liga 1 pun sudah terseok-seok. Bahkan di kandang lawan sulit mendapatkan poin. Sangat menyedihkan bukan?

 Sebagai pendukung, penulis juga sering mengatakan kepada teman lainnya sebagai pendukung juga, bahwa PSMS jangan hanya numpang lewat saja. Sebagai salah satu pemegang terbanyak juara Liga Indonesia di era perserikatan sebanyak 5 gelar juara, PSMS tak pantas di Liga 2. PSMS Medan adalah tim besar yang punya sejumlah prestasi mentereng dengan gaya bermain rap-rapnya. Jadi, tak sepantasnya ada di Liga 2.

Kembalikan Kejayaan

Berdasarkan data yang didapat, PSMS pernah 5 kali mendapatkan juara di era perserikatan. Pernah juga menjadi semifinalis Piala Indonesia 2005 dan tahun 2007 menjadi finalis Piala Indonesia. Pada tahun 2015 juga menjadi juara Piala Kemerdekaan. Artinya, PSMS adalah tim besar yang kaya prestasi dan pengalaman di Liga Indonesia. Jadi, sangat layak bila banyak pihak yang kecewa dengan hasil akhir ini.

Kejayaan masa lalu harus dikembalikan lagi karena PSMS Medan yang juga menjadi salah satu klub yang melahirkan pemain nasional wajib untuk jaya kembali. Manajemen tak boleh bermain-main. Tahun ini harus berjuang untuk mengarungi Liga 2 dan mampu lolos ke Liga 1 tahun berikutnya. Tak ada kata mustahil dan menyerah. PSMS Medan tetap didukung dan didoakan untuk terus bekerja keras dan mencapai kejayaan seperti tahun terdahulu.

 Pembinaan terhadap usia muda harus terus dikembangkan agar ada regenerasi dari klub PSMS. Begitupun menghadirkan pemain-pemain berkualitas, kaya pengalaman dan skill mumpuni adalah kewajiban bagi manajemen agar kejayaan tidak pernah surut. Sudah cukup PSMS Medan mencicipi namanya Liga 2. Saat nantinya kembali lagi ke Liga 1, maka jadikan tahun lalu sebagai pengalaman berharga yang tak terlupakan untuk meningkatkan kualitas. Ingat! PSMS adalah tim besar yang memang sebenarnya tak layak ke Liga 2, meskipun faktanya sekarang harus turun kasta kembali.