Aisyah binti Abu Bakar RA, Teladan untuk Wanita Akhir Zaman, Ini Keistimewaannya!

11

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anha, salah satu dari istri Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam. Beliau adalah salah satu ummul mukminin yang termasuk dalam empat wanita terbaik penghuni syurga. Teladan bagi seluruh umat muslim, terutama muslimah. 

Aisyah Radhiyallahu Anha dinikahi oleh Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam saat beliau berusia sembilan tahun. Aisyah dinikahi setelah bunda Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anah wafat. Aisyah, berusia delapan tahun lebih muda dari Fatimah, putri Rasulullah Shalallahu A’laihi Wasalam. 

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anah merupakan istri yang meriwayatkan ilmu bermanfaat sangat banyak yang diajarkan langsung oleh Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam. Aisyah dengan kecerdasannya menjadi salah satu sahabat Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam yang meriwayatkan banyak hadits sampai 2210 hadits. 

Aisyah Radhiyallahu Anha memiliki julukan dari Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam, yaitu Humaira. Nabi menjuluki Humaira karena Aisyah Radhiyallahu Anha memiliki pipi yang merona kemerah – merahan, mempesona seperti buah Delima.

Aisyah Radhiyallahu Anha juga merupakan satu – satunya istri yang dinikahi Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam saat Aisyah masih gadis atau perawan. 

Berikut ini beberapa keistimewaan Aisyah Radhiyallahu Anha yang patut kita teladani sebagai pedoman dalam menjalani hidup sesuai dengan syariat Islam. Simak selengkapnya dibawah ini,ya.

  • Istri yang Paling Dicintai Oleh Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam

Keistimewaan Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anha yang pertama adalah Aisyah termasuk istri yang paling dicintai oleh Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam, sepeninggal bunda Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anha.

Dalam sebuah hadits, Amr bin Ash bertanya kepada Nabi, “siapa orang yang paling engkau cintai wahai Rasulullah?” beliau bersabda, “Aisyah.” Amr Bin Ash lanjut bertanya, “Lalu siapa dari kalangan laki-laki?” beliau menjawab, “Ayahnya.”

Sanad hadits ini shahih, walaupun banyak kalangan ulama yang menolaknya. Tetapi Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam tidak mencintai sesuatu kecuali ada kebaikan di dalamnya. 

Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam pernah bersabda : 

“Seandainya aku boleh mengambil seseorang sebagai kekasih dari umat ini, maka aku akan menunjuk Abu Bakar sebagai kekasihku, akan tetapi ukhuwah Islam lebih utama.”

Demikian, Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam mencintai orang dikalangan umatnya paling utama baik laki – laki ataupun perempuan. Di dalam hadits ini jelas adalah Aisyah Radhiyallahu Anha, wanita yang paling dicintai Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam.

Aisyah merupakan anak khalifah Abu Bakar As – Shiddiq, salah satu orang yang dicintai oleh Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam.

  • Rasullullah Shalallahu A’laihi Wassalam Menikahi Aisyah Radhiyallahu Anha atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Terdapat dalam sebuah hadits. Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah bersabda: “aku selalu bermimpi tentangmu selama tiga malam berturut-turut, seorang malaikat datang kepadaku dan kamu memakai penutup dari kain sutra. Malaikat itu berkata, ‘inilah istrimu’. Lalu ketika aku menyingkap wajahnya, ternyata dia adalah kamu. Aku pun berkata, ‘jika ini berasal dari sisi Allah, maka Dia pasti akan memberikannya.

  • Aisyah Radhiyallahu Anha adalah Seseorang Perempuan Istimewa

Terdapat di dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

banyak kaum pria yang sempurna, tetapi di antara wanita yang sempurna adalah Maryam binti Imran dan Aisyah istri Firaun. Sedangkan keistimewaan Aisyah atas seluruh wanita seperti keistimewaan Tsarid(jenis makanan dari daging dan roti yang diremukkan) dari makanan lain.”

Berdasarkan hadits diatas, keistimewaan Aisyah Radhiyallahu Anha bersanding dengan wanita – wanita mulia yang disebutkan namanya di dalam Quran.

  • Malaikat Jibril Menyampaikan Salam untuk Aisyah Radhiyallahu Anha

Seorang malaikat Jibril sampai pernah menitipkan salam untuk Aisyah Radhiyallahu Anha. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Az Zuhri, dia berkata: abu Salamah menceritakan kepadaku bahwa Aisyah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “wahai Aisyah, ini adalah Jibril, dia menyampaikan salam kepadamu.” Aisyah lalu berkata, “wa’alaihissalam warahmatullah, engkau melihat apa yang tidak kami lihat ya Rasulullah.”

  • Ayat tentang Tayamum Turun Karena Aisyah Radhiyallahu Anha

Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata: 

“kami pernah keluar bersama Rasulullah SAW dalam sebagian perjalanannya hingga ketika kami sampai di tanah lapang atau Dzatil Jaisy, kalungku putus sehingga Rasulullah SAW berusaha mencarinya.

Sementara sahabat yang tinggal bersama beliau tidak memiliki persediaan air, sehingga mereka menemui Abu Bakar dan berkata, ‘bagaimana pendapatmu tentang perbuatan Aisyah, dia bermukim bersama Rasulullah sementara yang lain tidak memiliki air.’

Abu Bakar kemudian menegurku. Dia mengatakan banyak hal lalu menekan tangannya pada lambungku dan aku ketika itu tidak bisa bergerak karena Nabi Muhammad SAW berada di pahaku. Rasulullah tidur hingga subuh tanpa air. Allah kemudian menurunkan ayat Tayammum sehingga mereka pun bertayammum.

Kemudian, Usaid bin Hudhair, salah seorang pemimpin perjalanan berkata, “ini tidak lain adalah berkah kalian yang pertama wahai keluarga Abu Bakar!” lalu kami mengirim unta yang kami tunggangi, ternyata tali itu ada dibawahnya.”

  • Allah Subhanahu Wa Ta’ala Menurunkan Wahyu Dikala Rasulullah Shalallahu A’laihi Wassalam bersama Aisyah Radhiyallahu Anha

Diriwayatkan dari Aisyah, ketika Istri-istri nabi cemburu kepadanya, Nabi Muhammad bersabda: “janganlah menyakitiku dengan cara menyakiti Aisyah, karena wahyu tidak pernah datang kepadaku ketika aku berada di dalam baju seorang wanita kecuali Aisyah.”

Berdasarkan hadits diatas, jelas dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala seringkali menerima wahyu tatkala dirinya sedang bersama Aisyah Radhiyallahu Anha, atau wahyu yang turun disebabkan oleh Aisyah sendiri.

Terdapat di dalam surat An – Nur ayat 11 dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan firmanNya :

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita yang amat dusta itu adalah segolongan dari kalangan kamu……..” 

Ayat ini turun sebagai pembersihan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap fitnah perselingkuhan yang disebarkan untuk Aisyah Radhiyallah Anha.

  • Kecerdasan Aisyah Radhiyallahu Anha

Banyak riwayat hadits yang menyebut kecerdasan Aisyah yang luar biasa. Selain merupakan periwayat hadits terbanyak setelah Abu Hurairah, Aisyah juga termasuk salah satu wanita yang cerdas dalam memilih situasi yang keduanya sama – sama buruk, dan pilihan Aisyah adalah yang terbaik.

Diriwayatkan dari Abu Adh-Dhuha, dari Masruq, dia berkata: kami pernah berkata kepadanya, “Apakah Aisyah pandai Ilmu Faraidh?” dia menjawab, “Demi Allah, aku telah melihat para pembesar sahabat Muhammad bertanya kepadanya tentang Faraidh.”

Kemudian, Imam Az Zuhri berkata, “Seandainya ilmu Aisyah dikumpulkan dan dibandingkan dengan semua ilmu wanita di dunia, maka ilmu Aisyah lebih banyak.”