Abu Sayyaf Culik 5 WNI, Jangan Melaut di Daerah Sabah

19

Filipina 21 Januari 2020 Kementrian Luar Negeri telah mengonfirmasi ada 5 nelayan Indonesia yang telah menghilang di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah, malaysia pada tanggal 16 Januari lalu. Nelayan yang hilang ini dikarenakan penculikan oleh kelompok militan Abu Sayyaf, kelompok separatis yang berasal dari negara Filipina.

Kejadian ini terjadi kurang lebih empat bulan yang lalu. Ini berarti merupakan kejadian yang berikutnya setelah penyanderaan terakhir yang terjadi pada bulan September lalu. Kelima nelayan tersebut dilaporkan diculik selama tiga hari sesudah angkatan bersenjata Filipina membebaskan WNI terakhir yang berhasil ditawan oleh Abu Sayyaf. Saat ini pemerintah tengah berkoordinasi dengan Filipina sebagai upaya pembebasan.

Untuk mencegah kasus penculikan yang sama terulang kembali, pihak Kemenlu menyarankan  kepada seluruh WNI yang bekerja di kapal ikan Malaysia agar tidak pergi melaut di perairan sekitar Sabah untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan mereka dari ancaman penculikan kelompok Abu Sayaf.

Pada hari ini, Selasa (21/1), Kemenlu menyatakan bahwa demi mencegah kasus terulang kembali, Pemerintah RI melalui Perwakilan RI di Kota Kinabalu dan Tawau mengimbau agar awak kapal WNI tidak pergi melaut di daerah perairan Sabah karena situasi keamanan belum bisa dijamin.

Pihak Kementrian Luar Negri juga meminta kepada WNI agar tidak berangkat bekerja ke Malaysia sebagai awak kapal yang sedang beroperasi di perairan Sabah. Masalah keamanan yang sedang tidak baik ini mengharuskan WNI harus lebih berhati-hati.

Selain itu, Kementrian Luar Negri Indonesia juga mengimbau kepada seluruh calon tenaga kerja Indonesia untuk berangkat ke luar negri sesuai dengan prosedur dan disertai dengan dokumen resmi yang sudah lengkap.

Pihak Kementrian menyatakan bahwa kasus penculikan 5 nelayan WNI oleh kelompok militan Abu Sayyaf ini terkonfirmasi oleh pemerintah setelah mendeteksi kapal milik kelompok militan tersebut kembali memasuki perairan Sabah pada tanggal 17 Januari lalu.

Kapal milik kelompok bersenjata ini memiliki nomor registrasi SSK 00543/F . Kapal ini mulai terlihat kembali memasuki peairan Tambisan, Lahad Datu, dari arah perairan Filipina di sekitar pukul 20.20 waktu setempat.

Dilaporkan bahwa di dalam kapal tersebut terdapat 3 awak kapal WNI yang dilepaskan oleh kelompok penculik dan sebanyak 5 awak kapal WNI lainnya dibawa oleh kelompok penculik tersebut.

Media lokal negara Malaysia melaporkan nama kelima WNI yang telah disandera itu. Mereka adalah Edi Lawalopo (53), Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Syarizal Kastamiran (29) dan Riswanto Hartoyo (27). Korban penculikan ini bekerja di perusahaan perikanan berbasis di Sandakan, Malaysia.