8 Jenis Tanaman untuk Investasi Jangka Panjang

78


Investasi merupakan langkah yang tepat yang harus dilakukan agar keadaan keuangan di masa mendatang dapat terjamin dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan investasi yang benar-benar penting untuk dijalani. Beberapa investasi tersebut diantaranya adalah investasi deposito, emas, saham, properti, dan tanaman. Mungkin, investasi tanaman adalah jenis investasi yang terdengar tak lumrah untuk dijalani.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa tanaman adalah salah satu solusi yang tepat dalam menjalani investasi? Selain mampu mendulang dana untuk jangka panjang, investasi tanaman juga dianggap sebagai salah satu langkah cerdas dalam mempertahankan keasrian lingkungan. Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani investasi tanaman, Anda perlu mengetahui tentang berbagai jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai sarana investasi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Albasia

Albasia merupakan tanaman yang sering dikembangkan di Indonesia sebagai bentuk rehabilitasi lahan. Ternyata, selain berfungsi sebagai perlindungan alam, albasia juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga tanaman ini mampu dijadikan sebagai tanaman investasi jangka panjang. Pada umumnya, pohon albasia dimanfaatkan sebagai bahan baku industri korek api, pensil, kayu lapis, kertas, dan lainnya.

2. Cengkeh

Cengkeh merupakan jenis tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur maupun produksi minyak cengkeh. Meskipun terlihat spele, tanaman ini memiliki nilai yang tinggi dan pantas untuk dijadikan sebagai tanaman investasi jangka panjang mengingat angka kebutuhan akan cengkeh tidak pernah menurun.

3. Jati

Tanaman jati merupakan bahan baku pembuatan furnitur. Beragam furnitur yang terbuat dari kayu jati memang terkenal mahal, namun hal tersebut sangat seimbang dengan kualitasnya. Tak salah mengapa tanaman ini dipilih sebagai tanaman investasi jangka panjang. Selain itu, peluang investasi tanaman jati sudah pasti menguntungkan mengingat harganya yang kian melambung tinggi dari masa ke masa.

4. Kakao

Kakao merupakan jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai investasi. Tanaman ini memiliki siklus hidup yang baik ketika dibudidayakan di daerah perbukitan hingga pegunungan. Untuk sekedar informasi, tanaman kakao adalalah tanaman yang tidak tahan akan cuaca ekstrim dan cenderung tumbuh dengan dampingan pohon pelindung. Tanaman ini dapat dipetik hasilnya ketika sudah berumur tiga tahun, namun pada umumnya tanaman kakao memiliki waktu panen yang relatif bervariasi.

5. Karet

Tanaman karet termasuk pada salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai investasi jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan pohon karet merupakan bahan dasar dari pembuatan benda-benda berbahan karet seperti industri ban dan lainnya. Tanaman ini sudah mampu menghasilkan terhitung telah berumur enam hingga tujuh tahun pasca tanam.

6. Kayu Manis

Tanaman investasi jangka panjang lainnya adalah kayu manis. Ada apa dengan kayu manis? Sama seperti cengkeh, tanaman kayu manis merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai bumbu masak yang kaya akan manfaat. Tingkat kebutuhan akan kayu manis pun tidak pernah berkurang dan selalu mengalami kenaikan.

7. Kopi

Seperti yang diketahui bahwa kopi adalah komoditas terbaik yang diproduksi oleh masyarakat Indonesia. Tak heran mengapa tanaman ini menjadi idola investasi jangka panjang. Selain menguntungkan, tanaman kopi juga merupakan tanaman yang tidak sulit dikembangkan dan memiliki banyak varian tanaman.

8. Sawit

Tanaman sawit merupakan tanaman yang sangat menghasilkan. Tak heran mengapa masyarakat Indonesia banyak mengembangkan tanaman ini sebagai tanaman investasi jangka panjang. Tanaman sawit tergolong tanaman yang tidak sulit untuk dikembangkan karena tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis maupun perbukitan. Adapun masa panen tanaman sawit yaitu terhitung setelah empat tahun pasca tanam.

Nah, itulah beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai sarana investasi jangka panjang. Meskipun dibutuhkan kesabaran yang ekstra dalam menjalaninya, investasi jenis ini tergolong sebagai investasi yang aman untuk dijalani. Sudahkah Anda mempertimbangkan akan hal tersebut?