8 Aturan THR “Tunjangan Hari Raya” yang Berlaku di Indonesia

119
uang
Sumber gambar: faktualnews.co

Apa yang paling Anda tunggu-tunggu ketika mendengar kata ?Lebaran?? Momen menyambut hari kemenangan? Momen Mudik? Momen kumpul bareng keluarga? Atau justru tak sabar untuk menyambut semuanya?

Membahas soal lebaran, tentunya pasti ada juga momen yang paling kita tunggu-tunggu untuk mempersiapkan hari kemenangan itu. Apalagi kalau bukan momen pembagian Tunjangan Hari Raya atau yang lebih kita kenal dengan THR! Dan ternyata, THR itu tidak hanya dibagikan waktu Hari Raya Idul Fitri saja, loh! Sesuai namanya, THR juga menyesuaikan dengan momen Hari Raya sesuai agama yang dianut oleh pekerja.

Nah, sebelum kita menerima THR kita tahun ini, yuk, kita cari tahu apa saja aturan THR yang berlaku di Indonesia!

1. Masa kerja sudah satu bulan atau lebih

Memberikan THR kepada pekerja/buruh sudah menjadi kewajiban para pengusaha. Perhitungan THR dimulai dari masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. Yang mana Pekerja/Buruh ini telah mempunyai hubungan kerja dengan Pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

2. THR diberikan satu kali dalam satu tahun

THR diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan Hari Raya Keagamaan masing-
masing Pekerja/Buruh. Dalam hal Hari Raya Keagamaan yang sama terjadi lebih dari satu
kali dalam satu tahun, maka THR Keagamaan diberikan sesuai dengan pelaksanaan Hari
Raya Keagamaan. Jadi, tidak setiap Hari Raya kita dapat THR, ya!

3. Besaran THR

Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas bulan secara terus menerus
atau lebih, mendapat THR sebesar satu bulan upah. Sedangkan, Pekerja/Buruh yang
mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari dua belas
bulan, mendapatkan THR secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan:
(masa kerja/12) x 1 (satu) bulan upah.

4. THR Keagamaan dibayarkan waktu Hari Raya

Sesuai namanya, THR diberikan sesuai dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing
Pekerja/Buruh, kecuali ditentukan lain sesuai dengan kesepakatan Pengusaha dan
Pekerja/Buruh yang dituangkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau
perjanjian kerja bersama.

5. THR dibayarkan sebelum Hari Raya

Penyerahan THR, wajib dibayarkan oleh Pengusaha paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum
Hari Raya Keagamaan. Sehingga dalam selang waktu itu, kita bisa memakai uang THR untuk keperluan mempersiapkan Hari Raya.

6. THR diberikan dalam bentuk uang

Sebagaimana aturan yang berlaku, THR diberikan dalam bentuk uang dengan ketentuan
menggunakan mata uang rupiah Negara Republik Indonesia.

7. Pekerja yang terkena PHK berhak mendapatkan THR

Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak
tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari
sebelum Hari Raya Keagamaan juga berhak atas THR Keagamaan.

8. Dipindahkerjakan? Tetap berhak atas THR

Pekerja/Buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut,
berhak mendapatkan THR dari perusahaan yang baru. Hal ini berlaku apabila Pekerja/Buruh yang bersangkutan belum mendapatkan THR dari perusahaan yang memindahkannya.

Demikian delapan aturan THR yang berlaku di Indonesia. Apa ada di antara delapan poin itu yang baru saja kamu tahu? Sekarang, sudah siap untuk menerima THR, kan?