7 Fakta Kasus Yuka Takaoka, Pembunuh Laki-laki yang Dicintainya

252

Kasus pembunuhan yang melibatkan seorang wanita muda asal Jepang, Yuka Takaoka sedang menjadi perbincangan di jagat maya. Pasalnya, pembunuhan tersebut dilakukan secara sadar dan penyerahan diri kepada polisi pun juga dilakukan secara sadar oleh pelaku. Apakah sebenarnya Yuka adalah wanita yang tumbuh normal atau terjebak dalam penyakit psikologis?

Ada yang menuturkan bahwa Yuka diibaratkan seperti mengadopsi salah satu dari perilaku tokoh-tokoh anime Jepang. Benarkah demikian? Sebelum mendapatkan jawabannya, mari simak ulasan berikut untuk menemukan fakta kasus Yuka Takaoka yang membunuh laki-laki yang dicintainya.

1Yuka, Wanita Muda nan Manis Ini Adalah Pelaku Utamanya

Kejadian pembunuhan ini terjadi pada 23 Mei 2019 pada pukul 3.50 sore waktu setempat. Tersangka merupakan seorang wanita muda yang berwajah polos bernama Yuka Takaoka. Ia mengaku bahwa telah membunuh laki-laki yang dicintainya tersebut kepada polisi. Saat ini Ia tengah di tahan oleh Tokyo Metroplitan Police.

2Perbuatan Keji Tersebut Terjadi di Shinjuku

Yuka Takaoka mengaku bahwa kejadian tersebut berlangsung di sebuah apartemen yang berlokasi di Shinjuku. Diduga pembunuhan terjadi di apartemen Yuka di lantai lima.

3Pembunuhan Dilakukan Seorang Diri dengan Bantuan Pisau

Yuka melangsungkan pembunuhan tersebut seorang diri. Diketahui bahwa lelaki yang dicintainya tersebut diperkirakan berumur 20 hingga 30 tahun. Yuka mengakui bahwa Ia melakukan pembunuhan dengan menggunakan pisau dapur. Pisau dapur tersebut dihunuskan pada perut korban berkali-kali. Ia pun mengakui bahwa rasa ingin membunuh muncul ketika Ia merasa sangat mencintai pria tersebut.

4Mengaku Sebagai Pembunuh Tanpa Rasa Bersalah

Setelah melakukan pembunuhan, Yuka segera melaporkan kejadian tersebut dengan menelepon polisi. Sebelumnya, korban sempat mencari jalan keluar menuju lobi. Korban berjalan terseok-seok menuju lift apartemen lalu tiba di lobi apartemen bersama Yuka yang tengah duduk di sampingnya. Diketahui bahwa keadaan Yuka saat itu tengah bersimbah darah. Ia duduk di samping korban sambil menelepon dan merokok. Herannya, tidak ada sedikit pun rasa bersalah yang tergambar pada raut wajah Yuka. Ia sempat tersenyum ketika polisi membawanya. Sementara itu, korban diketahui dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis.

5Profesi Yuka Mulai Diketahui Umum

Ada isu yang beredar bahwa Yuka dan korbannya tersebut terlibat dalam satu profesi. Sebenarnya, korban yang diduga adalah orang yang dicintainya itu merupakan salah satu tamu di tempat Yuka bekerja. Seperti yang diketahui bahwa Yuka adalah seorang pekerja di bar.

6Bukan Karena Masalah, Motif Terjadinya Pembunuhan Dinilai Sebagai Hal yang Aneh

Setelah melakukan pembunuhan terhadap orang yang dicintainya, Ia melaporkan kejadian tersebut pada polisi. Secara jujur Ia mengakui bahwa pembunuhan tersebut dilakukan dengan sesadar-sadarnya. Polisi mempertanyakan latar belakang pembunuhan tersebut namun mereka menganggap itu adalah motif pembunuhan yang aneh. Pasalnya, Yuka mengakui bahwa pembunuhan yang dilakukannya dilatar belakangi oleh rasa cinta yang sangat mendalam hingga tega membunuh.

7Dijuluki Sebagai Yandere Sejati

Warganet menyangkutpautkan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Yuka dengan kepribadian yang terdapat pada karakter anime. Kepribadian tersebut dinamakan sebagai kepribadian Yandere. Kepribadian Yandere adalah kepribadian yang menggambarkan sikap seseorang yang tega membunuh orang yang dicintainya karena tidak ingin dimiliki oleh orang lain. Setelah orang yang dicintainya mati, pelaku akan melakukan bunuh diri agar dapat menyusul orang yang dicintainya tersebut.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai kasus Yuka Takaoka yang membunuh laki-laki yang dicintainya. Banyak yang berpendapat bahwa Ia terjebak dalam kepribadian Yandere di mana Ia menunjukkan rasa cintanya dengan membunuh orang yang dicintainya tersebut? Apakah hal ini normal? Mari berpikir ulang dan semoga kasus seperti ini tidak terulang kembali.