6 Rekomendasi Novel Andrea Hirata yang Wajib Dibaca

70

Buku adalah sumber ilmu yang merupakan pepatah lama yang memang tidak pernah ada salahnya. Seperti apapun genre buku tersebut, tetaplah buku menjadi inspirasi bagi yang senang membacanya.

Rekomendasi buku yang paling menggugah untuk dibaca adalah buku Andrea Hirata. Pertanyaan yang timbul adalah siapa yang tidak mengenal salah sayu penulis terkenal di Indonesia ini? Bahkan, salah satu bukunya pun pernah dilirik oleh industri perfilman Indonesia.
Apa saja buku Andrea Hirata selanjutnya yang mampu menggugah cakrawala berpikir bagi pecinta buku? Berikut adalah ulasan tentang rekomendasi buku Andrea Hirata yang sayang dianggurin.

1Orang-Orang Biasa (2019)

Orang-orang Biasa adalah buku Andrea Hirata yang diterbutkan pada tahun ini. Buku ini akan digembar-gemborkan menjadi karya Internasional kedua dari Andrea Hirata setelah Laskar Pelangi sukses diterjemahkan dalam 25 bahasa di dunia. Buku Orang-orang Biasa mengisahkan tentang perjuangan hidup seorang janda yang berjuang untuk menyekolahkan sang Anak hingga memaksanya untuk meminjam uang kepada seluruh pihak namun tak kunjung dikabulkan.

2Sirkus Pohon (2018)

Sirkus Pohon merupakan novel Andrea Hirata yang mengisahkan tentang kebudayaan Melayu dan kisah Sobri. Sobri dikenal sebagai pria lugu yang selalu berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Di tengah perjuangannya tersebut, Ia kerap menerima perlakuan tidak adil dari teman-temanya. Hingga pada akhirnya Ia bertemu dengan sosok Dinda yang membuatnya kembali bersemangat dalam menjalani hidup dan mencintai pekerjaannya.

3Ayah (2015)

Novel yang diterbitkan pada tahun 2015 ini mengisahkan tentang cinta, persahabatan, dan pengorbanan. Dalam novel ini, tertulis kisah Sabari dan Marlena yang disuruh menikah untuk menutup aib Marlena. Dalam perjalanan pernikahannya, Sabari dipisahkan dari anaknya Zorro dan terus menerus berusaha mencari Zorro melalui puisi-puisi yang Ia ciptakan. Para sahabatnya menemukan Ia berada dalam kepahitan hingga kegilaan dan berusaha untuk menemukan Zorro dan Marlena. Hingga pada akhirnya, Sabari dipertemukan dengan Zorro. Pada tahun 2013, Sabari menghembuskan napas terakhir lalu disusul oleh Marlena pada tahun 2014. Marlena meminta agar Ia bisa dikuburkan tepat di sebelah makam Sabari.

4Cinta di Dalam Gelas (2011)

Cinta di Dalam Gelas terbit pada tahun 2011 yang merupakan kisah lanjutan dari Novel Padang Bulan. Novel ini berkisah tentang perjalanan kehidupan Enong yang dipertemukan dengan preman pasar yang berkeinginan menjadi teknisi parabola dan seorang grandmaster wanita tingkat dunia asal Georgia. Tak hanya itu saja, Kapten CHIP, presiden perempuan RI, dan dua ekor merpati juga menghiasi problematika Enong. Ia berusaha untuk keluar dari masalahnya dengan belajar dan terus belajar hingga Ia berani melawan ketakutan di dalam dirinya.

5Sebelas Patriot (2011)

Sebelas Patriot merupakan rekomendasi buku Andrea Hirata yang diterbitkan pada tahun 2011 di bulan Juni. Jenis buku fiksi ini diterbitkan oleh PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta dan berjumlah 108 halaman. Buku ini mengisahkan tentang perjuangan Ikal yang ingin menjadi pesepak bola demi meneruskan cita-cita sang ayah. Dengan segenap perjuangannya, Ikal berusaha menembus batas diri demi menjadi anggota tim kesebelasan Indonesia. Namun, Ikal belum juga berhasil. Berkat perjuangan sang Ayah dan kegigihan karena kecintaannya pada sepak bola, Ikal berhasil mendapatkan tanda tangan dan kaos sepak bola asli milik Luis Fugo yang merupakan bintang sepak bola favorit Ayahnya. Pada akhirnya, Ikal juga berhasil menonton secara langsung pertandingan Valencia vs. Real Madrid di Santiago Bernabeu.

6Maryamah Karpov (2008)

Buku Maryamah Karpov adalah rekomendasi buku Andrea Hirata yang diterbitkan pada bulan November 2008 oleh Bentang Pustaka, Yogyakarta. Buku ini merupakan tetralogi Laskar Pelangi. Buku ini mengisahkan tentang keteguhan hati Ikal yang mampu membawanya pada beragam peristiwa dan tempat yang tak terduga. Ia berlayar dengan segenap kekuatannya menuju negeri para lanun untuk bertemu A Ling.

Nah, itulah sederetan rekomendasi buku Andrea Hirata. Manakah yang menjadi incaran Anda?