6 Mahasiswa Jurusan MPI IAIN Madura Raih Juara Debat Se Jawa Timur

358
Para juara 2 dan 3 lomba debat ilmiah Se Jawa Timur delegasi IAIN Madura foto bersama di malam penutupan Dies Maulidiyah ke 53 BEM IAIN Jember

Pamekasan-6 Mahasiswa Jurusan MPI IAIN Madura berhasil mengharumkan nama baik kampus dengan berhasilnya meraih prestasi membanggakan di lomba debat ilmiah se-Jawa timur, Jum’at 22/03/19.

Lomba debat ilmiah ini berlangsung sejak tanggal 19-20 Maret 2019 yang dilaksanakan oleh BEM Institut Agama Islam Negeri Jember dalam rangka Dies Maulidiyah yang ke 53. Acara lomba ini diikuti 28 tim dari seluruh kampus di Jawa Timur termasuk dua tim delegasi dari IAIN Madura.

IAIN Madura mendelegasikan 2 tim yang semuanya merupakan mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang saat ini masih semester 4. Diantaranya adalah Rofiatul Adhewiyah, Kiki Octaviolita, Moch. Faizal yang berada di tim satu yang berhasil meraih juara 2, sedangkan tim kedua berhasil meraih juara 3 dengan peserta Syaiful Bahri, Rudi Suswanto, Amalia Desy Wahyuni.

Robiatul Adhewiyah salah satu peserta dari lomba debat ilmiah yang merupakan kader dari IMABA IAIN Madura mengatakan saat awak media bertanya atas keberhasilannya prestasi membanggakan ini “Yang pastinya kita sangat senang, ini sebuah pengalaman yang sangat luar bisa bagi kami karena dari 2 delegasi yang dikirim sama-sama mendapatkan juara 2 dan 3 se Jawa Timur” katanya melalui sambungan WhatsApp.

Syaiful Bahri kader Fradiksi IAIN Madura yang juga salah satu peserta dari lomba debat ilmiah yang ada di tim ke dua menambahkan
“Sangat senang dan bersyukur sekali atas prestasi ini. Tentunya saya bangga pada temen-teman karena telah membuahkan hasil. Walau hasil yang sebenarnya adalah usaha itu sendiri,” katanya melalui sambungan WhatsApp.

Dari prestasi membanggakan ini Syaiful Bahri mengharapkan kepada semuanya untuk berpartisipasi dalam kontestasi Pendidikan.

“Dengan adanya prestasi ini dapat menjadi stimulus bagi mereka, agar juga berpartisipasi dalam kontestasi pendidikan untuk mewujudkan kritisi pendidikan yang progres dan kompetitif,” tambahnya dalam wawancara kami