5,2 Triliun Rupiah Untuk Pelatihan SDM Dari Kemenaker

18

Jakarta, 23 Februari 2020 – Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) pusat telah mengalokasikan dana sebanyak 5,2 triliun rupiah untuk mengadakan pelatihan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga Indonesia. Jumlah dana yang dikucurkan termasuk banyak, setara dengan 75 persen dari keseluruhan anggaran yang diberikan oleh pemerintah.

Hari Jumat (21 Februari 2020) Bambang Satrio selaku Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa anggaran totalnya adalah sebanyak 6,9 triliun rupiah, yang mana 5,2 triliun rupiah di dalamnya digunakan untuk pelatihan sumber daya manusia.

Seperti biasanya, pelatihan yang akan diberikan dari anggaran sebanyak 5,2 triliun rupiah ini akan diwujudkan melalui BLK (Balai Latihan Kerja). Targetnya menyeluruh, BLK dari segala penjuru daerah di Indonesia akan mendapatkan diberi anggaran untuk mengadakan pelatihan dengan dana ini. Alokasi dana yang digunakan untuk pelatihan ini pun juga terperinci jelas. Beberapa diantaranya digunakan untuk pendidikan vokasi, pembangunan fasilitas, hingga peremajaan dan perawatan alat-alat di seluruh Balai Latihan Kerja di Indonesia.

Anggaran ini diberikan semata tak hanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga kerja saja. Namun juga sebagai perwujudan sebuah prioritas dari pemerintah untuk pembangunan nasional, terutama pembangunan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber Daya Manusia adalah hal yang sangat penting dalam rangka pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Bambang Satrio memberikan keterangan lebih lanjut bahwa dengan anggaran tersebut digunakan untuk mengimplementasikan program-program yang telah dibuat oleh pemerintah guna meningkatkan sumber daya manusia warga negara di tahun 2020 ini. Akan ada kurang lebih 500 ribu orang yang akan mengikuti pelatihan di BLK ini serta akan ada 300 an ribu orang yang mendapatkan sertifikasi. Angka lebih spesifik terkait warga yang akan disertifikasi adalah 381.065 orang.

Bambang sendiri juga menilai bahwa pelatihan sangat berfungsi untuk memperbaiki atau meningkatkan keterampilan dari seorang tenaga kerja maupun calon tenaga kerja. Lewat pelatihan ini pula, seorang tenaga kerja juga tak akan lihai dalam bidangnya saja namun juga pandai dalam berteknologi. Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diharapkan bisa meningkatkan produktivitas seseorang.

IPM atau Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2019 lalu meleset dari target. Telah tercatat dalam BPS, Indeks Pembangunan Manusia di tahun 2019 lalu hanya mencapai angka 71,92. Indeks ini memang lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya lagi, yaitu pada tahun 2018 yang mana hanya berada di angka 71,39. Padahal target Indeks Pembangunan Manusia pada APBN adalah 71,98.