5 Makna Kematian Menurut Katolik yang Wajib Untuk di Ketahui

34

Kematian adalah hal yang pasti dialami oleh setiap mereka yang hidup, tapi apa arti kematian itu? Apa yang akan terjadi setelah manusia mengalami kematian di dunia?

Kebanyakan manusia tidak akan senang jika berpikir tentang kematian. Yang terlintas di pikiran kita saat mendengar kata kematian adalah liang kubur, tubuh yang akan membusuk bercampur dengan tanah, akhir dari segalanya, dan sebagainya yang buruk tentang kematian. Di sisi lain Allah telah berfirman, “… sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Keluaran 3:19).

Kematian bagi Katholik adalah sebuah panggilan kepada manusia. Di dalam kematian, Allah memisahkan jiwa dan tubuh jasmani kita, meninggalkan segala daging dan hal-hal buruk lainnya.

Kemudian, Allah memanggil jiwa manusia untuk datang ke hadapan Allah untuk menjadi satu di dalam Kerajaan Sorga. Kematian juga menjadikan kita untuk lebih berjaga-jaga di dalam Kristus agar kita siap untuk menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja.

Untuk orang yang percaya, bagaimanakah pandangan tentang kematian itu sendiri? Di dalam Alkitab sudah banyak membahas kenapa manusia harus mengalami kematian dan bagaimana kita manusia harus menyikapinya.

1. Manusia Mati Karena Dosanya

Adam dan Hawa adalah sepasang manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan, mereka jugalah manusia yang pertama kali melakukan dosa karena hasutan dari iblis,dan karena itu mereka harus menanggung beban kematian.

Menurut Rasul Paulus, “Upah dosa ialah maut.” (Roma 6:23a). Semua orang yang berdosa, pada akhirnya akan mengalami kematian, dan tak ada seorangpun yang berkuasa atas kematian kecuali Tuhan Allah sendiri.

2. Kematian Kristus yang membuka semuanya

Selama kita menjadi manusia, selamanya kita akan menanggung dosa tetapi dengan lahirnya Yesus ke dunia. Dan kematiannya di atas kayu salib, kita telah dibebaskan dari belenggu dosa. Pengorbanan-Nya yang agung telah membawa kita kembali ke dalam kekudusan Allah.

3. Kematian dikalahkan dengan kebangkitan

Kebangkitan Yesus setelah 3 hari lamanya di dalam kubur membuktikan bahwa kematian sekalipun tidak berkuasa atas diri-Nya. Ia mengalahkan belenggu dosa dan maut, sehingga dengan kebangkitan Yesus ini ketika tubuh kita mati, artinya tubuh kita telah dibongkar oleh Allah dan jiwa kita akan dibawa menuju sorga yang kekal.

4. Pengadilan setelah kematian

Meskipun kita sudah terbebas dari dosa dengan kematian-Nya. Dan kita sudah merdeka dengan kebangkitan-Nya, kita tetap harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama kita hidup. Manusia ditetapkan untuk mati sekali saja semasa hidupnya dan sesudah itu akan dihakimi (Ibrani 9:27).

Pengadilan ini akan memperlihatkan segalanya yang sudah kita perbuat selama kita hidup baik baik maupun buruk semua akan diungkapkan, karena tidak ada satupun yang tersembunyi dari-Nya. Di sini akan menentukan kita akan mendapat kehidupan kekal atau kematian kekal.

5. Kematian Rohani

Rasul Paulus pernah mengatakan bahwa kita telah mati sekali secara rohani karena dosa kita, namun kemudian dihidupkan kembali dengan pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Dulu Kita adalah orang yang mati karena dosa, namun sekarang kita hidup oleh Allah, sehingga kita perlu menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

Kita tidak boleh hidup menuruti keinginan daging, karena itu artinya kita sudah mati saat masih hidup. Dari keadaan seperti inilah kita semua harus hidup menurut Kristus.

Apakah Kita Sudah Siap?

Pada akhirnya meskipun kita sudah ditebus oleh kematian Yesus di atas kayu salib, namun kita masih harus memperjuangkannya selama kita hidup.

Sudahkah anda siap menghadapi kematian? Pertanyaan yang sebenarnya mudah dijawab dengan mulut tetapi sebenarnya tidak mudah sama sekali. Apakah sesudah kita mati nanti akan peroleh hidup kekal atau kematian kekal, semua ditentukan saat kita masih hidup di dunia ini.

Hidup kita memang semua adalah karunia pemberian Tuhan. Tuhan sendiri yang membentuk kita se-gambar dengan-Nya dan Dia memberikan kita nafas hidup. Dalam kehidupan ini kita bertumbuh, berjuang dalam suka maupun duka.

Namun semua ada batas waktunya, semua akan tiba pada akhirnya, nafas hidup kita akan terhenti selamanya. Segalanya akan habis,harta yang kita miliki tidak akan bisa kita bawa setelah kematian.

Semuanya telah berakhir, hanya jiwa kita saja yang masih hidup, menghadap kepada Tuhan, dengan membawa iman yang teguh, pengharapan dan kasih.

Jika kita merenungkan semuanya, tentu kita akan jadi lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. Sebab kita akan dapat melihat, mana yang penting bagi kehidupan kita selanjutnya di surga, dan mana yang tidak.

Kita juga akan menjadi lebih bijaksana menggunakan waktu Tuhan berikan, untuk semakin mengenal, mengasihi dan memuliakan Tuhan. Sebab Dia-lah yang akan kita jumpai setelah kehidupan ini.