5 Kerusakan yang Terjadi Akibat Perayaan Tahun Baru Masehi

33
tahun baru di rumah

Tahun 2019 akan segera berganti menjadi tahun 2020. Hampir seluruh dunia ikut mempersiapkan perayaan menyambut tahun baru. Tidak terkecuali umat Islam. Padahal Islam tidak mengenal perayaan tahun baru. Jangankan tahun baru Masehi, tahun baru Hijriyah pun tidak pernah dirayakan.

Bahkan seorang muslim hendaknya tidak ikut merayakan tahun baru. Perayaan tahun baru yang diadakan banyak orang sebenarnya adalah perayaan umat non muslim. Tidak ada sejarah Islam yang menunjukkan kegiatan seperti ini. Maka dari itu, kita dilarang merayakan tahun baru karena dianggap menyerupai kaum lain.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Daud no. 4031)

Seseorang yang merayakan tahun baru berarti ia telah berbuat kerusakan.

Pertama, ia merusak aqidahnya karena mengikuti satu kaum lain. Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.

Kedua, membuang uang. Merayakan tahun baru apalagi dengan membeli banyak benda tidak bermanfaat seperti terompet dan petasan termasuk perbuatan boros. Allah Ta’ala telah berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)

Ketiga, menyia-nyiakan waktu. Merayakan tahun baru hanya akan membuat kita menghabiskan waktu dalam dosa. Allah Ta’ala berfirman,

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37)

Keempat, mengganggu orang lain. Bunyi terompet, petasan, dan suara berisik lainnya tentu akan mengganggu orang yang beristirahat. Seorang muslim yang baik tidak akan mengganggu orang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”

Kelima, zina. Perayaan taun baru akan membuat lelaki dan wanita bercampur baur menjadi satu. Disaat seperti inilah banyak terjadi zina.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”

Itulah beberapa kerusakan yang akan terjadi jika merayakan tahun baru. Sungguh waktu adalah harta yang harus digunakan dengan baik. Jika kita menghabiskannya hanya untuk merayakan tahun baru yang sia-sia, tentu kita akan merugi.