5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Orangtua Pada Anak Mereka

25

Anak-anak adalah buah hati yang selalu didambakan para pasangan yang sudah menikah. Terkadang tingkah lakunya yang beraneka ragam sesuai dengan tingkatan usianya yang semakin besar ia akan belajar banyak hal, bertanya tentang hal yang belum ia ketahui, dan terkadang ia acuh.

Tingkah laku yang seperti inilah yang terkadang membuat orangtua gemas dan membuat marah, karena perilakunya kadang di luar batas kewajaran. Nah ada beberapa hal terutama ucapan yang harus diperhatikan orangtua kepada anaknya ketika sedang marah.

Jangan sampai kata-kata yang kurang pantas keluar dari mulut orangtua. Mau tahu apa saja perkataan yang tidak pantas diucapkan orangtua kepada anaknya ? Berikut jawabannya.

1. Jangan Pernah Mencela

Anak tetaplah anak, senakal-nakalnya anak ia tetap buah hati para orangtua. Kesalahan yang dilakukannya adalah hal yang lumrah dilakukan karena posisinya yang ingin serba tahu. Untuk itu para orangtua hendaknya memaklumi keadaan anak yang saat ini sedang ada dalam masa pertumbuhan dan serba ingin tahu.

Jangan sampai kita mencela anak kita dengan mengatakan hal yang kasar dan kurang pantas didengar dan diterima anak seperti “bodoh sekali kamu”. Perkataan seperti itu kurang baik dan kurang pantas diterima anak-anak, mereka akan beranggapan orangtuanya seperti tidak menghargai apa yang dikerjakan saat ini.

2. Membandingkan Anak Dengan Orang Lain

Buat para orangtua jangan pernah membanding-bandingkan anak dengan anak lain atau orang lain. Mengapa? Karena setiap anak atau orang itu telah diberikan Tuhan dengan kelebihan sendiri-sendiri, dan tentunya orangtua pasti tahu akan hal itu.

Bukankah kita sendiri juga tak pernah mau dibanding-bandingkan dengan orang lain? Ada baiknya kita mengatakan “seharusnya kakak jangan berbuat seperti itu. Itu perbuatan kurang baik. Harusnya kakak berbuat seperti ini ya…”

Perkataan seperti ini mungkin bisa diterima dan lebih mudah dipahami oleh anak, dibandingkan perkataan seperti ini “kamu kenapa lemot banget sih kalau jalan kak, nggak bisa cepet kaya si A”. Perkataan yang kurang baik ini mungkin akan dicerna oleh si anak dan akan menyimpulkan, “emangnya aku anak siapa sih? Kok aku disama-samain sama A”

3. Menisbahkan Dengan Orang yang Dekat Dengannya

Orangtua juga tidak patut mengatakan hal yang kurang baik yang kemudian dinisbahkan kepada orang yang dekat dengannya. Semisal, “kamu tuh jangan malas kaya ayahmu”, “jangan bandel kaya abang kamu”, dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Untuk para orangtua harus tahu dan paham akan hal ini, karena saat ini tanpa sengaja perkataan yang dianggap remeh ini keluar dari mulut kita para orangtua.

4. Memarahi Anak Di Depan Umum

Jangan pernah memarahi anak di depan umum. Sama seperti orang dewasa, anak juga tidak suka dimarahi di depan umum. Anak-anak bisa saja berkesimpulan, “kenapa orangtua bikin aku malu di depan umum? Apa aku bukan anaknya?” Pertanyaan seperti ini muncul pada diri anak, dan anak akan terus menanamkan kesimpulan tersebut hingga dewasa.

Ada baiknya sebagai orangtua, ketika anak melakukan kesalahan cobalah anak itu dipanggil dan dinasehati dengan perkataan yang baik. Sehingga anak dapat mengetahui kesalahan yang dilakukan dan bisa menerima nasehat dari orangtuanya dengan baik.

5. Jangan Menyumpahi Anak

Orangtua ketika marah dengan anak secara tidak sadar mengatakan hal yang kurang baik seperti menyumpahi anak, misalnya “ibu sumpahin nanti kenapa-kenapa di jalan” ataupun ucapan serapah lainnya. Perkataan orangtua terutama ibu pasti diijabah oleh para malaikat. Maka dari itu sebagai orangtua harus berhati-hati ketika berbicara dengan anak.

Nah itu dia beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua ketika anak melakukan kesalahan. Usahakan jangan sampai berbicara kasar, karena ucapan kasar tidak membuat keadaan anak berubah menjadi baik. Sebaliknya, justru anak melakukan hal yang menyimpang karena ada rasa amarah mendengar nasehat orangtuanya.