5 Cara Melindungi Keuangan Keluarga dari Krisis Moneter

11

Ekonomi sebuah negara memang tidak bisa diprediksi. Salah satu masalah ekonomi yang mungkin dialami sebuah negara adalah krisis moneter. Krisis moneter menyebabkan harga kebutuhan ikut meningkat tajam. Keuangan keluarga pun akan ikut terkena dampaknya.

Jika sudah begini, kita harus pandai mengatur keuangan rumah tangga agar seluruh kebutuhan tetap dapat dipenuhi dengan baik. Berikut ini adalah beberapa tips mengatur keuangan rumah tangga selama krisis moneter:

1. Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok. Buat daftar kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap bulannya. Ketika baru mendapatkan gaji, segera penuhi kebutuhan pokok tersebut terlebih dahulu barulah memenuhi kebutuhan lainnya.

2. Lunasi hutang

Krisis moneter biasanya terjadi dengan bertahap sehingga kita bisa melakukan antisipasi sebelum krisis semakin memburuk. Ketika perekonomian tampak mulai memburuk, maka sebaiknya segera lunasi seluruh hutang yang ada.

Hal ini dilakukan untuk mencegah semakin besarnya jumlah hutang akibat naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah. Dengan melunasi hutang sebelum krisis, maka keuangan rumah tangga nantinya tidak akan terlalu dipengaruhi.

3. Kendalikan Diri

Selanjutnya adalah melakukan pengendalian diri. Sebaiknya tahan keinginan untuk melakukan pembelian atau kegiatan yang tidak terlalu penting. Misalnya makan di luar atau kegiatan lain yang menghabiskan banyak uang.

Jika ingin membeli sesuatu, sebaiknya belilah dengan menabung terlebih dahulu. Jangan paksakan membeli sesuatu yang tidak penting sebelum kebutuhan pokok terpenuhi. Ingatlah bahwa bertahan di tengah krisis moneter bukanlah hal yang singkat.

4. Melakukan investasi

Ketika krisis moneter tiba, biasanya banyak orang menjual barang-barang mereka untuk mendapatkan uang. Sulitnya mendapatkan uang membuat orang-orang terpaksa menjual aset mereka dengan harga yang murah. Pada kesempatan ini, sebaiknya segera dapatkan barang-barang tersebut jika kamu memiliki uang yang lebih.

Investasi dadakan ini akan sangat berguna di masa depan ketika masa krisis moneter telah berakhir. Kamu dapat menjualnya kembali di saat harga aset telah kembali normal sehingga persentase keuntungan lebih besar.

5. Hemat

Cara lain untuk bertahan di tengah krisis ekonomi adalah dengan berhemat. Bukan saja dengan menahan diri untuk membeli ini itu, tapi juga dalam penggunaan berbagai kebutuhan lainnya.

Ketika pergi keluar, bawalah bekal dari rumah sehingga kamu tidak perlu membeli makanan di luar atau berjalan kaki untuk mencapai tujuan yang dekat dibandingkan menggunakan kendaraan yang tentu memakan bahan bakar.

Itulah 5 cara untuk bertahan selama krisis moneter. Meskipun sulit, namun krisis moneter tidak akan berlangsung selamanya dan akan selalu ada cara untuk tetap menstabilkan keuangan rumah tangga.