5 Bentuk Emansipasi Bagi Perempuan Millennial

10

Perubahan zaman berlangsung setiap tahun, dari era kerajaan, penjajahan, kemerdekaan, sesudah kemerdekaan dan sampailah di era globalisasi hingga era Industrial seperti sekarang. Berbicara mengenai kehidupan dan hak perempuan sudah tidak bisa diragukan lagi bahwa mereka telah mendapatkan haknya.

Seperti dapat bekerja dalam bidang apapun selagi mereka mampu paling mudah ditemui di bidang politik. Sehingga dapat diambil garis besar bahwa Emansipasi perempuan yang dicita – citakan R.A Kartini telah tercapai. Sekarang di zaman modern bentuk Emansipasi tidak lagi menyatarakan hak berpolitik, pendidikan dan gender  antara perempuan dan laki – laki.

Kini bentuk Emansipasi perempuan dapat dilakukan melalui kegiatan – kegiatan sederhana dan beragam namun dapat menghasilkan perubahan besar bila banyak manusia yang sadar, berikut bentuk – bentuk emansipasi di zaman millenial :

  • Ikut Berkontribusi dalam hal – hal positif

Bentuk Emansipasi kini tidak lagi menyatarakan hak gender, berpolitik dan pekerjaan, karena cita – cita tersebut telah terwujud. Saat ini para perempuan millenials diharap mampu ikut serta dalam hal – hal; mengajak sesama untuk saling bertoleransi antar umat beragama, suku dan ras, mengajak masyarakat disekitar tempat tinggalnya untuk menjaga lingkungan, brerkontribusi dalam mengurangi sampah plastik dan masih banyak lagi kebaikan lainnya yang bisa dilakukan.

Tugas seperti itu bukan hanya tugas laki – laki saja, ketika telah ada persamaan hak maka ini juga menjadi tugas seorang perempuan yang melek akan sekitar. Apalagi jika dia seorang ibu tentulah tugasnya paling utama mengajarkan dan memberi penanaman pengetahuan tentang semua itu kepada anak – anaknya agar kelak sudah dewasa mereka paham dan ikut serta dalam proses kebaikan ini.

  • Berperilaku dan Bersikap Layaknya Perempuan Indonesia

Perempuan dilahirkan sebagai makhluk yang penyanyang, memiliki sopan dan santun, di era globalisasi seperti sekarang tidak jarang perempuan bertingkah kelewat batas. Seperti bangga sekali memamerkan tubuhnya yang seksi, bangga menjadi perempuan simpanan dan menganggu rumah tangga seseorang. Telah banyak kasus seperti ini ditemukan di sekitar kita.

Seorang R.A Kartini memperjuangkan Emansipasi perempuan untuk menyamakan hak anatara perempuan dan laki – laki, bukan menginginkan perempuan yang bertindak semena – mena jauh dari kodratnya sebagai wanita Indonesia yang santun dan bersahaja.

Era Globalisasi memang membuat banyak perubahan tapi, marilah sebagai perempuan Indonesia kita bersikap, bertindak dan berpenampilan layaknya perempuan yang santun, anggun dan tentunya cerdas. Berhenti mencari sensasi dan menyakiti hati perempuan lain.

  • Berani mengalahkan rasa takutnya sendiri

Seperti terbalik,  dulu kesempatan bagi perempuan begitu sedikit dalam berpendapat memperoleh pendidikan dan sebagainya. Seseorang berusaha dengan sangat memperjuangkan hak sesama namun, ketika telah disuguhkan kesempatan begitu besar tentang membiarkan suara perempuan bergema.

Malah perempuan – perempuan tersebut tidak berhasil mengalahkan ketakutannya sendiri dimasa sekarang. Minder dan takut menjadi berbeda dengan lainnya, mungkin itu dua dari banyak alasan yang ada. Perempuan sekarang terperangkap dengan dirinya sendiri.

Sehingga membuat mereka tidak mau mengembangkan kreatifitasnya dan memilih berdiam di zona nyaman. Emansipasi yang dicita – citakan Kartini bukan seperti ini, jadilah perempuan yang berani mengeluarkan kreatifitas dan suara meskipun berbeda dengan kelompok lain. Jika memang itu baik pastinya kita tidak sendiri menjadi yang pertama tidak seburuk itu.

  • Tidak mudah menyerah

Layaknya Kartini, tidak mudah menyerah dari segala cobaan dan penolakan yang diberikan orang – orang sekitarnya. Bentuk Emansipasi zaman sekarang adalah seperti itu. Walaupun dilahirkan menjadi seorang perempuan jadilah kuat, kejarlah cita – cita sampai dapat.

  • Selalu haus untuk belajar

Belajar yang dimaksud bukan hanya di bangku sekolah maupun kuliah, belajar yang dimaksud adalah belajar dari orang – orang disekitar lingkungan, belajar memahami diri sendiri, belajar menghargai pendapat – pendapat orang lain dan selalu belajar untuk menjadi lebih baik dari hari kehari demi mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera adalah bentuk emansipasi juga bagi kaum millenial.