4 Tipe Luka Batin yang Akan Terus Terbawa Hingga Dewasa, Hindarilah!

23

Setiap orang tentunya punya kenangan masa lalu. Entah kenangan itu pahit atau manis, menyakitkan atau membahagiakan, yang jelas semuanya akan terekam jelas dalam memori ingatan.

Bicara masalah luka yang terlanjur tergores dalam ingatan, biasanya seseorang akan menyimpannya rapi bahkan tanpa sadar rekaman itu tidak akan pernah terhapus dalam ingatan, karena memang terlalu perih dan sakit untuk dilupakan.

Kira-kira luka batin seperti apa saja yang secara tidak sadar dibawa manusia hingga ia tumbuh dewasa? Berikut ulasannya.

1. Dibully

Kamu yang pernah menjadi korban bullying tentunya akan terus merekam rasa sakit itu. Kamu bahkan belum bisa memaafkan orang yang sudah pernah membully kamu, walaupun kamu sendiri sudah tidak pernah bertemu orang tersebut.

Memori ingatanmu tentang luka bully itu akan terus terkenang, karena kamu sendiri nggak mau harga diri kamu diinjak dan merasa direndahkan orang lain. Akibatnya kamu menjadi pribadi yang penutup dan enggan bersosialisasi dengan orang banyak.

2. Diabaikan atau Ditinggalkan

Diabaikan atau ditinggalkan juga menjadi luka batin yang amat perih dan bahkan akan terus kamu kenang selama hidup kamu. Biasanya mereka yang mengalami luka batin akibat ditinggalkan atau diabaikan cenderung penutup dan enggan melakukan sosialisasi dengan orang banyak. Karena takut kamu mengalami hal yang sama untuk ke sekian kalinya.

3. Rasa Takut Ditolak

Ketika kecil kamu pernah merasa penolakan dalam pergaulan, entah itu karena latar belakang sosial dari keluarga atau karena hal lainnya. Jika kamu masih merekam hal itu, tentunya kamu enggan bertemu dan bergaul dengan siapapun karena kamu masih terbayang-bayang dengan spekulasi orang-orang sebelumnya yang melakukan penolakan terhadapmu.

4. Ketidakadilan

Kamu pernah diperlakukan tidak adil oleh orang disekitarmu? Jika memang pernah dan kamu merasa tersakiti akan hal tersebut, biasanya kamu akan merasa dingin kepada siapapun bahkan bersikap acuh. Lebih parahnya lagi, kamu akan mempunyai sikap dendam karena luka batinmu yang belum benar-benar sembuh.

Pada dasarnya luka batin itu dapat sembuh, namun perlu waktu untuk membungkus dan menghapus semua kesalahan yang terlanjur tergores dihati. Entah luka yang diterimanya itu dilakukan dengan sengaja atau bahkan tidak sengaja. Baginya kata maaf belum cukup untuk membayar semua luka yang dirasakan.

Jalan keluarnya gimana? Perhatikan lisanmu, jaga ucapanmu, jangan sampai dari lidah yang lunak kamu terus menyakiti hati orang yang disekitarmu.