4 Penyebab Air Accu Mobil Cepat Habis yang Wajib Para Pecinta Mobil Ketahui!

14

Accumulator atau aki adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyimpan energi. Pada umumnya, para produsen aki merancang produknya, terutama aki basah, agar dapat digunakan hingga masa dua tahun. Namun, tak jarang para pemilik mobil mengeluh aki mereka telah habis dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Aki mobil memiliki peranan yang sangat penting untuk kelistrikan mobil. Beberapa komponen yang membutuhkan aki sebagai tenaga awal adalah starter mesin mobil, penerangan lampu mobil, audio, dan lain sebagainya. Namun, apabila aki mobil tidak berfungsi sebagaimana mestinya, berarti ada keteledoran dalam perawatan aki mobil.

Ada banyak hal yang menyebabkan mengapa air aki bisa cepat habis. Mari simak sebagai berikut:

1. Menginjak Pedal Gas Dalam-Dalam

Salah satu penyebab mengapa air aki bisa cepat habis adalah karena pengemudi sering sekali menginjak pedal gas terlalu dalam. Ketika pedal gas diinjak terlalu dalam terlalu sering, maka proses pengisian arus listrik dari alternator pun akan deras mengalir.

2. Suhu Kap Mesin Overheat

Selanjutnya penyebab air aki bisa cepat habis adalah suhu kap mesin yang terlampau panas. Suhu kap mesin bisa menjadi overheat karena mobil terlalu sering digunakan untuk menempuh jarak yang jauh, dan juga terkena radiasi sinar matahari.

3. Overcharge

Penyebab selanjutnya adalah overcharge. Ini adalah penyebab utama apabila air aki cepat habis. Overcharge adalah arus pengisian energi listrik yang terlalu besar dari dinamo ampere. Overcharge dapat membuat suhu aki menjadi tinggi, sehingga berdampak pada air aki segera menguap karena suhu panas. Air aki akan menguap melalui selang ventilasi atau saluran pernapasan pada aki.

4. Guncangan

Guncangan yang terlalu keras juga bisa mengakibatkan air aki cepat habis, loh. Jika terjadi guncangan yang keras, air aki akan keluar melalui lubang udara yang berada pada tutup aki.

Ada penanganan yang dapat kalian lakukan apabila mengalami kondisi air aki cepat habis, yaitu melakukan pengecekan. Lakukanlah pengecekan seberapa besar aliran arus energi listrik yang dihasilkan oleh pada dinamo ampere atau alternator. Pengecekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat konvensional seperti voltmeter atau alat khusus pengecekan aki.

Cara pengecekannya cukup sederhana. Pertama-tama nyalakan mobil, lalu nyalakan alat voltmeter pada posisinya. Kemudian, tempelkan ujung-ujung stik voltmeter tadi pada kutub-kutub aki. Apabila setelah pengecekan yang terjadi adalah arus listrik yang dikeluarkan lebih besar dari ketentuan standar, maka dapat dipastikan ada masalah pada dinamo ampere. Lakukanlah perbaikan pada dinamo ampere, tetapi jika tidak bisa, maka mau tidak mau adalah menggantinya dengan komponen yang baru.

Itulah beberapa penyebab air aki bisa cepat habis dan berkurang. Apabila air aki mobil kalian telah habis, jangan panik. Kalian bisa membeli air zuur yang berlogo merah untuk mengisi penuh sel-sel baterai aki, kemudian cas kembali di tempat pengecasan aki.