4 Nilai Lebih yang Dimiliki Pribadi Pemaaf

11
pemaaf

Dalam menjalani hidup, pasti selalu ada saja kisah yang menyelingi. Entah peristiwa yang menyenangkan atau sebaliknya. Selain itu, kamu akan dipertemukan dengan berbagai manusia dengan kepribadiannya masing-masing. Bahkan mereka memiliki watak yang berbeda-beda dan memiliki sisi penilaian yang berada kepada kamu.

Sering kali, saat berinteraksi dengan teman atau sahabat kamu menemui kerikil-kerikil kecil. Pertikaian merupakan hal yang lumrah yang akan kamu temu. Bahkan, sengaja atau tidak kamu di buat sakit hati dengan kekhilafan teman, sahabat maupun pacar kamu. Dan kamu lebih memilih memaafkan.

Jika ternyata kamu sedemikian, itu artinya kamu termasuk pribadi pemaaf. Berikut kelebihan yang kamu dapatkan jika kamu menjadi pemaaf:

1. Menjadi pribadi yang tenang

Mayoritas, pribadi yang mudah marah dan melakukan kesalahan adalah dia yang memiliki tingkat emosi yang tinggi dan gegabah menyikapi sebuah peristiwa. Itu sebabnya, nilai plus yang dimiliki sosok pemaaf saat menanggapi teman yang membuat kesalahan dengan selalu slow, mencerminkan kamu merupakan sosok yang santai dalam menghadapi pertikaian dan lebih memilih adem-adem saja,

“Ya sudahlah..lupain saja, yang penting sekarang kita baikan terus.”

2. Disukai banyak orang

Sering disakiti tapi selalu memaafkan, dan selalu hangat dengan orang-orang yang khilaf kepadamu merupakan nilai tambah yang kamu miliki lho. Selain memaafkan dapat memperbaiki hubungan pertikaian antar teman, juga dapat menambah teman baru yang mau mendekatimu karena sifat baikmu yang pemaaf.

3. Tidak menjadi pendedam

Saat kamu lapang dada memaafkan seseorang dengan tulus, itu artinya kamu meredam api dengan air es. Selain menyelamatkan diri sendiri juga menyelamatkan hubungan pertemanan. Dendam bukanlah hal baik yang boleh ditempuh. Justru akan membahayakan semua pihak. Berusahalah membalas kejahatan dengan kebaikan ya!

4. Itu artinya kamu sudah dewasa karena sudah bijaksana

Ketika kamu berhasil meredam sebuah pertikaian, dan memutuskan akar masalah sebuah masalah dengan mengalah dan memaafkan dia yang membuat kau terluka dan kecewa. Pasti kamu mengambil keputusan itu melalui berbagai pertimbangan matang-matang.

Itu artinya, kamu lebih berpikir bijaksana dan meninggalkan ego. Jika kamu bisa berpikir jernih, mengalah demi melanggengkan hubungan sosial misal melanggengkan hubungan pertemananmu, selamat, kamu sudah beranjak dewasa.