4 Jenis Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Aman Tanpa Riba

10

Di zaman sekarang ini pasti sudah banyak yang mengetahui apa itu investasi. Beberapa masyarakat sudah menjadikan investasi sebagai salah satu solusi penambah pemasukan secara pasif. 

Banyak ragam investasi yang beredar dan bisa dijadikan pilihan. Beberapa orang memilih untuk menginvestasikan saham/obligasi, emas, surat – surat berharga, dan tanah. Beberapa jenis investasi memiliki keuntungan tersendiri tergantung dengan kebutuhan finansial.

Pada dasarnya, konsep dari investasi sendiri adalah konsep nisbah atau dikenal dengan nama bagi hasil. Dengan cara ini menjamin antara perusahaan dan nasabah tidak mendapat kerugian satu sama lain.

Bagi anda yang memeluk agama islam, pasti memperhatikan terlebih dahulu apakah investasi yang akan kita lakukan sesuai dengan syariat Islam atau tidak.

Hal ini harus menjadi perhatian karena banyak sekali jenis investasi yang prinsip dan kaidahnya tidak mengikuti ajaran Islam. Apabila tidak diperhatikan dengan teliti, dikhawatirkan akan terjadi riba di dalamnya.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan merekomendasikan jenis investasi syariah yang menguntungkan dan sudah mendapat sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Investasi Emas

Jenis investasi yang pertama adalah investasi emas. Banyak masyarakat yang memilih jenis investasi ini karena caranya yang cukup mudah. Untuk berinvestasi emas, biasanya hanya dengan membuka tabungan emas yang disediakan di berbagai gerai resmi seperti pengadaian atau Antam.

Fatwa MUI pun memperbolehkan untuk melakukan transaksi jual – beli emas secara kredit bila modal yang dimiliki ternyata tidak mencukupi.

Transaksi jual – beli emas secara kredit dalam hukum Islam dinilai mubah asal disertai perjanjian harga jual emas tetap sama. Di tambah dengan perjanjian dimana emas tersebut tidak dijadikan jaminan atau objek akad lain yang dapat menyebabkan perpindahan kepemilikan.

2. Investasi Properti

Jenis investasi yang kedua adalah investasi properti. Ditinjau dari sisi syariah, investasi bangunan ataupun tanah termasuk jenis investasi halal. Hal ini dikarenakan bagi investor tidak hanya diharuskan memberi uang demi menghasilkan keuntungan yang lebih.

Tetapi juga menyewakan dan menjual tanah yang secara nilai jual akan memiliki peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan nilai jual tanah dikarenakan jumlah penduduk yang bertambah banyak, tetapi lahan tanah semakin berkurang.

3. Asuransi Syariah

Asuransi Syariah memiliki perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah, tidak menetapkan istilah uang hangus ketika investor tidak membayar premi sesuai syarat minimal waktu yang telah di sepakati.

Bagi nasabah yang menginvestasikan dana dengan asuransi syariah, akan mendapatkan uangnya kembali walaupun telah lewat masa tenggang atau jatuh tempo.

Secara konsep, asuransi syariah menggunakan konsep wadiah yang berarti titipan. Konsep ini memungkinkan dana kembali ke rekening yang telah dipisahkan dari rekening tabarru (donasi)

4. Deposito Bagi Hasil

Melalui sistem ini, investor bisa mendepositokan uang ke berbagai bank syariah dengan nominal yang ditentukan saat perjanjian antar nasabah dengan pihak bank. Perjanjian ini disebut dengan Akad Mudharabah dimana melibatkan antara pemilik dan pengelola modal.

Keuntungan bagi hasil akan disesuaikan laba bersih dana yang dikelola. Uang yang diinvestasikan biasanya baru dapat dicairkan selama periode lima hingga 10 tahun setelah perjanjian.

Demikian informasi yang dapat disampaikan mengenai jenis investasi syariah yang bisa dipilih dan memiliki keuntungan lebih. Semoga membantu ya.