4 Hal yang Harus Kamu Tanamkan Saat Kecewa dengan Keadaan

73
kecewa

Tumbuh menjadi dewasa memang bukanlah hal mudah. Sering sekali, mengeluh menjadi pelarian saat berkali-kali menemui keadaan yang kurang enak di hati. Saat sudah tumbuh dewasa tidak sedikit diantara kita merasakan getir pahitnya kehidupan yang harus ditanggung sendiri. Menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi bukanlah hal yang langka. Bahkan sudah kebiasaan. Namun tidak sedikit pula diantara kita berkali-kali harus bersedih hati, bahkan down karena semua ini. Agar kamu semakin tumbuh dewasa 4 hal cara berpikir ini yang harus kamu tanamkan agar hidup bahagia:

  • Sesungguhnya kesedihan datang bersama kebahagiaan

Jangan terlalu ambil pusing jika kamu menemui sebuah kegagalan. Dicaci bahkan dibenci orang lain jangan sampai kamu masukan hati. Jika kamu benar-benar dalam keadaan jatuh sejatuh-jatuhnya hingga ingin berputus asa. Kamu harus berpikir bahwa “kesedihan datang bersamaan dengan kebahagiaan”. Tugasmu hanya bersabar dan terus berusaha memperbaiki keadaan. Jangan membuatnya semakin riuh karena emosimu yang meledak-ledak. Justru itu akan memperkeruh keadaan.

  • Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya

Jangan terpuruk terus menerus dengan kesedihan. Di khianati kekasih, gagal masuk Perguruan Tinggi impian, bahkan gulung tikar dalam usaha. Memang menyedihkan, tapi apalah daya ini sudah jalannya. Bukan berarti kamu harus menyerah begitu saja. Justru kamu harus bangkit melawan keterpurukan. Jika dikhianati kekasih cukup maafkanlah dan jangan dendam, kelak pasti kamu akan dipertemukan dengan sosoknya yang lebih sempurna. Jika gulung tikar dalam usaha jangan dibawa stres, mulai lagi dari awal bisa jadi usaha baru yang kamu rintis kembali dari 0 jauh lebih sukses ketimbang usahamu yang sudah gulung tikar beberapa bulan lalu. Ingatlah, Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuan hambanya.

  • Jangan gantungkan kebahagiaanmu kepada orang lain

Jika kamu berharap lebih kepada manusia, kamu harus bersiap menanggung sakitnya kekecewaan. Hidupmu, bahagiamu, masa depanmu semua adalah tanggung jawab dirimu sendiri. Semua ada di tanganmu. Janganlah berpangku tangan kepada manusia perihal nasib dan masa depanmu. Kamu memiliki kekuatan kamu harus yakin bisa menaklukan semua mimpi-mimpimu.

Jangan bergantung kepada kekasihmu, iapun tengah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri. Jika saja ia tidak nyaman denganmu bisa jadi ia akan meninggalkanmu karena mencari bahagia. Sementara kamu? Kamu harus rela menanggung pahitnya kekecewaan. Itu sebabnya, kamu harus independen.

  • Tuhan tidak akan mengubah keadaan hambanya sebelum hambanya berusaha mengubahnya sendiri

Yang terakhir, saat benar-benar sedih. Pasrah dengan keadaan boleh. Tapi jangan terlalu lama. Berusaha untuk bangkit adalah kewajibanmu. Jangan menunggu keajaiban Tuhan jika kamu tidak berusaha.

Itulah sahabat dori, artikelnya semoga bermanfaat