4 Cara Mengatasi Financial Distress

386

Berbicara mengenai keuangan memang tidak ada habisnya. Keuangan menjadi salah satu topik yang sangat sensitif sehingga harus berhati-hati dalam menangani hal ini. Apalagi jika suatu perusahaan sudah mengalami financial distress, maka berbagai usaha pun harus dilakukan demi kelangsungan dan kelancaran keuangan kembali.

Finansial distress adalah kondisi dimana keuangan perusahaan menurun. Hal ini biasanya terjadi sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan. Adapun beberapa cara dalam mengatasi financial distress adalah sebagai berikut:

1. Restrukturisasi hutang

Hal pertama dan paling penting dalam mengatasi finansial distress adalah dengan melakukan restrukturisasi hutang. Restrukturisasi hutang adalah melakukan usaha untuk memperpanjang waktu pelunasan hutang kepada debitur hingga kas perusahaan mencukupi.

Hal ini sangat penting dilakukan karena hutang menjadi salah satu beban yang besar di perusahaan. Dengan melakukan restrukturisasi hutang, maka perusahaan akan memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kembali kondisi keuangan perusahaan.

2. Menjual sebagian aset

Demi menyelamatkan perusahaan, maka langkah selanjutnya yang bisa diambil adalah dengan menjual beberapa aset perusahaan. hal ini diperlukan untuk menutupi beban biaya yang harus segera dibayar agar kondisi keuangan perusahaan tetap stabil.

Namun perlu diingat, pemilihan aset yang akan dilikuidasi haruslah benar-benar dipertimbangkan dengan matang. Dengan adanya dana yang cukup, maka operasional perusahaan bisa kembali berjalan dengan baik.

3. Reorganisasi perusahaan

Cara lain dalam mengatasi financial distress dalam sebuah perusahaan adalah dengan merombak kembali organisasi perusahaan. Kinerja perusahaan sangat bergantung pada personal yang bekerja di dalamnya. Dengan merekrut orang-orang yang profesional, maka diharapkan perusahaan dapat diselamatkan sebelum mengalami kebangkrutan.

Hal ini juga berkaitan dengan kepercayaan para investor. Keuangan perusahaan yang menurun tentunya menjadi keresahan bagi investor. Mereka akan merasa dana mereka terancam akibat kinerja yang buruk dari para pekerja. Maka dari itu, ada baiknya untuk merombak kembali organisasi perusahaan demi tetap mendapatkan kepercayaan para investor.

4. Melakukan merger perusahaan

Opsi lain dalam mengatasi financial distress adalah dengan melakukan merger dengan perusahaan lain. Dengan melakukan merger, maka keuangan perusahaan akan bisa sedikit bernafas dan memiliki nyawa yang lebih panjang.

Aliran dana dari merger dengan perusahaan lain bisa digunakan untuk kembali menjalan operasional perusahaan seperti biasa. Lakukan merger dengan perusahaan yang jelas dan sehat kondisi keuangannya. Selain membantu perusahaan selamat dari kebangkrutan, merger juga akan membuat perusahaan menjadi lebih berkembang.

Namun perlu diingat terdapat berbagai jenis merger. Anda bisa memilih merger sebagian dimana identitas perusahaan masih ada. Sedangkan merger sepenuhnya menyebabkan perusahaan akan kehilangan identitasnya sama sekali karena perubahan manajemen yang ditimbulkan.

Itulah cara mengatasi financial distress dalam perusahaan. Financial distress bisa saja dialami oleh perusahaan mana pun, apalagi jika kondisi keuangan negara juga tidak mendukung. Maka dari itu, setiap perusahaan wajib memiliki prediksi financial distress yang tepat agar kondisi keuangan seperti ini bisa diatasi dengan segera. Jika tidak segera diatasi, maka perusahaan akan mengalami kebangkrutan.

Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.