4 Cara Melakukan Toilet Training untuk Anak Laki-Laki

12
toilet-training

Apa itu toilet training? Toilet training diidentikkan dengan latihan untuk menggunakan toilet bagi anak usia dini. Pada umumnya, toilet training diberdayakan agar anak mampu melakukan poop dan pee secara mandiri. Lebih lagi, toilet training diaplikasikan supaya anak tidak ketergantungan dengan pemakaian diapers. Toilet training juga sangat bermanfaat sebagai persiapan sekolah anak. Hal ini dinilai agar anak tidak bergantung pada orang lain ketika hendak buang air.

Toilet training ini diberlakukan bagi anak laki-laki dan anak perempuan ketika sudah menginjak usia dua hingga tiga tahun. Akan tetapi, toilet training memiliki perbedaan dalam penerapannya terhadap anak laki-laki dan perempuan sehingga para orangtua dituntut untuk lebih memperhatikan segala persiapan dan cara penerapannya. Lalu, bagaimana caranya untuk mempraktikkan toilet training pada anak, khususnya bagi anak laki-laki? Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan berikut ini mengenai toilet training bagi anak laki-laki.

1Mempersiapkan Segala Hal yang Dibutuhkan untuk Melaksanakan Toilet Training

Untuk melaksanakan toilet training, para orangtua diharapkan dapat memperhatikan kesiapan anak secara psikis dan fisik. Hal tersebut pada umumnya terjadi ketika anak sudah menginjak usia 22 bulan hingga 30 bulan dengan ditandai beberapa gejala seperti:

  • Terlihatnya ekspresi khusus ketika anak merasakan ”desakan” buang air besar maupun kecil.
  • Buang air besar sudah mulai rutin pada jam yang sama di setiap harinya.
  • Sudah mampu berkomunikasi secara baik sesuai dengan tahapan usianya.
  • Sudah bersedia ”meninggalkan” popoknya.
    Apabila sang anak sudah menunjukkan gejala seperti hal-hal di atas, itulah merupakan kesempatan emas bagi orang tua untuk memberlakukan toilet training.

2Pilihlah Waktu yang Tepat

Pemilihan waktu dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam melakukan toilet training. Hal ini disebabkan oleh mood anak yang tidak dapat dikondisikan bahkan dapat berubah-sewaktu-waktu. Untuk itu, pastikan Anda memilih waktu yang tepat dalam melakukan toilet training dengan memperhatikan kondisi mood anak. Ada baiknya untuk memilih kesempatan pada malam hari sebelum tidur sebagai pengenalan akan toilet training kepada anak.

3Bangun Kebiasaan Agar Anak Mampu Membiasakan Diri

Agar anak bersedia untuk melakukan toilet training, ajarkan segala kebiasaan yang berkaitan dengan toilet training. Terlebih dahulu, usahakan untuk memberikan pengertian secara mendalam akan pentingnya untuk membuang air di toilet, apa saja benda-benda yang terdapat di toilet beserta fungsinya, dan mengenalkan tata cara beserta adab di dalam toilet. Usahakan untuk mengenalkan secara detail dan jelas akan setiap hal yang berkaitan dengan kebutuhan toilet training anak. Jika anak yang dilatih adalah anak laki-laki, jangan pernah melupakan bagaimana tata cara toilet training termasuk dengan pengenalan alat kelamin dan cara membersihkannya.

4Bersedia Untuk Segala Hal yang Akan ”Mengejutkan” Selama Toilet Training Berlangsung

Berdasarkan pengalaman lapangan, anak laki-laki cenderung memiliki kebiasaan bergerak lebih aktif dibandingkan dengan anak perempuan. Mereka juga dinilai memiliki tingkat konsentrasi yang lebih singkat sehingga mereka cenderung merasa bosan ketika melakukan sesuatu dalam waktu yang lama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda sebagai orangtua diharapkan dapat membangun suasana toilet training yang menyenangkan. Buatlah toilet training sebagai sarana untuk membangun kedekatan Anda bersama anak dan jagalah motivasi anak agar tetap berusaha terlepas dari penggunaan diapers. Agar toilet training dikatakan berhasil, lakukan ”pelatihan” ini secara berkala dan konsisten.

Nah itulah beberapa tips dan cara penerapan toilet training bagi anak laki-laki. Sudahkah Anda melakukannya dengan benar terhadap anak Anda?