3 Dampak Negatif Mukbang yang Patut Diperhatikan

21
mukbang

Demam korea yang melanda Indonesia tidak hanya dari KPopnya saja tetapi merambah pada budaya-budaya lainnya seperti mukbang. Kata mukbang berasal dari kata “muk-ja” yang artinya makan dan “bang-song” yang artinya “menyiarkan”. Sehingga mukbang dapat diartikan sebagai kegiatan makan yang disiarkan secara bebas dan dapat ditonton oleh banyak orang.

Ditambah dengan fenomena youtuber saat ini, mukbang menjadi salah satu pilihan konten seseorang untuk membuat video. Meski identik dengan makan dalam porsi besar orang-orang tetap berbondong-bondong membuat konten mukbang semenarik mungkin. Terlebih lagi jika dapat menghabiskan makanan atau minuman dalam waktu singkat. Namun, fenomena ini dapat berdampak negatif terlebih melanggar hal-hal kecil yang fatal dilakukan, diantaranya:

  • Mukbang yang identik dengan porsi besar

Setiap orang memiliki porsi masing-masing dalam mengkonsumsi sesuatu. Memasukkan makanan atau minuman dalam jumlah banyak dapat mengganggu pencernaan yang akan berakibat pada kesehatan tubuh. Salah satunya makan pedas dalam jumlah banyak. Dari sisi kesehatan, terlalu banyak makan pedas dapat mengganggu fungsi lambung karena kadar asam meningkat. Efek paling cepat yang dirasakan karena konsumsi sambal yang berlebihan adalah diare.

  • Berburu dengan waktu

Beberapa orang melakukan challenge untuk menarik subscriber dengan menghabiskan makanan dengan cepat. Siapa yang lebih dulu selesai adalah pemenangnya. Padahal makan dengan durasi cepat dapat memperberat kerja organ pencernaan, terutama lambung. Disisi lain potensi seseorang untuk tersedak juga besar karena menelan makanan dalam jumlah besar. 

Menurut medis, makanan sebaiknya dikunyah sebanyak 32 kali untuk mendapatkan tekstur yang lembut. Jumlah ini bersifat relatif, karena tidak semua makanan bersifat sama. Dalam hal ini sayuran lebih memerlukan frekuensi pengunyahan lebih lama karena sulit dicerna tubuh.

  • Makan dan minuman dalam keadaan panas

Makanan yang disajikan dalam keadaan panas memang lebih nikmat, terlebih rasa fresh masakan yang baru matang. Namun, kesalahan yang masih saja sering dilakukan adalah meniup makanan tersebut karena tidak sabar mencicipi. Menurut penelitian, makanan yang ditiup dapat menyebabkan reaksi penggabungan molekul air ( H2O ) dari makanan dengan gas karbon dioksida (CO2) dari mulut yang menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) dan karbon monoksida (CO) yang keduanya bersifat racun.

Selain ketiga hal diatas, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah makanan dan minuman apa yang kita konsumsi. Mengonsumsi makanan yang halal dan sehat harus menjadi prioritas. Seperti slogan yang sering digunakan you are what you eat (kamu adalah apa yang kamu makan). Kualitas makanan yang kita konsumsi terefleksi dari kepribadian kita. Betapa pentingnya makanan yang tidak hanya berpengaruh pada fisik tetapi juga karakter seseorang. Nutrisi yang baik dan halal lebih berpotensi mendukung pertumbuhan badan yang ideal dan kepribadian yang baik.