23 Garuda Muda Asia Siap Lepas untuk Mengepakkan Sayap di Angkasa Dunia

90

Setiap burung yang terbang diangkasa memiliki bekal dari para pendahulunya yang mempunyai pengalaman terbang tinggi. Bekal merupakan hal wajib untuk di santap sebelum mereka lepas landas dari tempat mereka berasal, meskipun tanah kelahiran mereka berbeda pulau, tak ada yang dapat mengira saat waktu mengizinkan mereka bertemu.

10 Hari Perbekalan

Usaha yang mengantarkan kami, sehingga bertemulah 23 putra putri bangsa setelah berhasil melewati sebuah tahap yang di gelar oleh para pendahulu yang akan melatih kami untuk terbang. Hari-hari yang kami jalani tidak dibuat mudah begitu saja oleh para pendahulu, mereka menciptakan suasana kompetisi didalamnya selama 10 hari kami bersama.

Kami melakukan kegiatan diluar kebiasaan kami selama perbekalan berlangsung, waktu menjadi sangat penting kala menjalani tugas, semua mesti di perkirakan dengan baik karena waktu menjelma menjadi penjaga yang tak terlihat.

Saat-saat menjalani tugas itu menjadi kenangan tersendiri buat kami, disana kami dapat menyaksikan karakter yang sadar ataupun tidak sadar dapat keluar, mulai dari saling membantu, mengajak saling mengerjakan tugas bersama, menanyakan sudah selesai atau belum.

Berbagi tugas jika merasa sang waktu memberikan sinyal untuk dikumpulkan, namun ada juga yang tidak memperdulikan waktu saat bertugas karena memikirkan kepentingan lain yang lebih penting. Membaca buku adalah bekal awal yang ditanamkan oleh para pendahulu untuk kami pemuda.

Kemudian mempresentasikan apa yang telah kami baca dan diberikan penilaian selesai kami presentasikan, kemudian kami di bagi 3 kelompok dan masing-masing kelompok diberikan permainan yang sama namun berbeda-beda cara pengerjaannya. Permainan yang pertama sangat menarik.

Karena bersifat outdoor dan membutuhkan kerjasama team yang solid untuk dapat menyelesaikan tantangan demi tantangan dalam 5 jam waktu yang tersedia, diakhir permainan ini, 3 kelompok tidak menyelesaikan tugasnya sampai selesai secara kompak, ini adalah awal tanda tanya, kenapa bisa begini? dan menjadi evaluasi ‘bersama’ tanpa ada kelompok yang lebih unggul.

Tantangan berikutnya merupakan tantangan keyakinan, dimana ada sebuah soal yaitu kertas yang tercecer seperti puzzle dan tugas kita adalah menyusunnya menjadi sebuah bentuk, tantangan awal semua kelompok berhasil, tantangan yang kedua agak sedikit berbeda sebab ditambah satu bagian lagi dan disinilah letak keyakinan kami di uji, apakah bisa atau tidak?

Disaat itu diantara kami ada yang berfikir tidak bisa, namun ada team lain yang menyakini kelompoknya bahwa ‘setiap soal yang diberikan pasti memiliki sebuah penyelesaian’ dan benar saja saat kita menyakini dapat menyelesaikannya, maka akan terbuka jalannya dan berhasil lah kelompok yang yakin tersebut dalam tantangan kali ini.

Kemudian tantangan tidak sampai disitu saja, setelah tantangan berkahir akan muncul hal yang sangat mengejutkan, inilah yang menarik dari berlatih dengan para pendahulu yang berpengalaman, pintar memainkan emosi.

Team yang sudah tersusun berganti komponennya untuk menjalan tugas selanjutnya yang pastinya akan lebih berat levelnya. ya, tugas kami adalah pergi kesuatu tempat dengan kondisi seadanya, kami laatihan tidak menyalahkan keadaan.

Justru dengan keadaan yang kita miliki kita perlu tetap bergerak melanjutkan perjalanan mencapai tempat tujuan dengan kunci values yang kita yakini bahwa kita dapat sampai dengan tangan kita sendiri, masing masing team menunjukan caranya sendiri untuk bisa sampai dan pulang kembali dengan jeri payah masing-masing.

Tibalah pada tantangan terkahir yang diberikan kepada kami, eits tidak hanya pergi kesebuah tujuan saja, namun kali ini sambil melakukan sebuah tugas selama perjalanan berlangsung, bayangkan bagaimana sibuknya kami dalam menyelesaikan pelatihan ini, terpecah belah pikirannya iya, semua team melakukan tugasnya dengan sungguh – sungguh.

Dimana situasi ini saat yang paling menegangkan untuk kami, waktu yang sedikit, tugas yang banyak, apakah mungkin bisa selesai? perasaannya begitu kacau balau, walaupun begitu kami tetap mengerjakannya tanpa banyak debat, karena jika terlalu dipikirkan dan dipersoalkan maka tugasnya tidak akan selesai dan waktu akan habis.

Gerakan adalah tindakan yang pas untuk moment ini, meskipun lelah atau kesal, semua team merasaknnya, yang paling penting adalah pembagian dan koordinasi team yang baik dalam tantangan kali ini.

Hadirnya Kolaborasi bukan Kompetisi

Perasaan bersaing kami hilang saat menjalani tugas, yang muncul adalah rasa saling berbagi dan melengkapi, kami saling belajar dengan team yang lain tiap kami selesai mengerjakan tugas, pengalaman yang kami dapatkan tidak menjadikan kami ingin saling unggul dengan team lain.

Keadaan ini berlalu dengan sendirinya dan kami merasakan bisa menilai dan belajar evaluasi satu dengan yang lain, ini terlihat saat sesi sharing, kami bisa menentukan siapa leader yang terbuka, jujur, peduli terhadap sesama, proaktif, disiplin dsb, kami menentukannya dengan kesepakatan yang damai tidak ada yang merasa tersaingi, dan yang menerima penghargaan atau pujian ya biasa saja.

Satu pikiran yang ada didalam diri kami adalah kami bisa seperti ini berkat kerjasama yang kuat, ah andaikan dalam politik indonesia kondisi ini dapat terbentuk tentunya tidak akan ada perpecahan dan keributan.

Waktunya Lepas Landas

Ruang Meeting 9 Garuda Jantan Indonesia

You Strong, because you know your values

Nilai hal itu penting dimiliki setiap insan, dengan nilai kita tau siapa diri kita, sehingga kita tidak bisa disebut makhluk rapuh, nilai tersebut bukan ada semenjak lahir, namun nilai itu di bentuk oleh suatu kondisi, alam adalah tempat berlatih yang tepat, sehingga kita dapat menjawab ujian ujian yang datang silih berganti.

Meskipun tidak ada angka yang muncul, percayalah nilai dalam diri sendiri itu sangat mahal, inilah yang ingin ditanamkan oleh para pendahulu kepada kami yang akan segera terbang ke angkasa yang luas, agar kami bisa menyebarkan nilai ke Indonesiaan kepada Dunia.