21 Daftar Singkatan Nama Camilan Populer Khas Sunda yang Sama Tapi Tak Serupa

116

Berbicara tentang jajanan nusantara, memang tak akan ada habisnya. Setiap daerah di nusantara mempunyai daya tarik dan kekhasannya masing-masing, begitu pula dalam menyebutkan suatu nama jajanan. Di daerah Sunda sendiri, salah satu ciri khasnya seringkali memberikan singkatan dalam menyebut suatu nama jajanan. Dengan menyingkat nama tersebut, justru malah memberi keunikan tersendiri sehingga jajanan tersebut menjadi mudah untuk diingat.

Ada banyak jajanan atau camilan khas Sunda yang namanya ditemukan berupa singkatan. Beberapa singkatan diantaranya merupakan camilan yang dibuat dari bahan yang sama. Agar tidak keliru, yuk kenali nama-nama singkatan camilan berikut dan temukan perbedaannya.

Antara Combro, Misro dan Sukro

Comro, misro, dan sukro, merupakan camilan isian yang namanya sama-sama berakhiran ‘ro’. Ketiga singkatan tersebut sama-sama diambil dari jenis isian camilan tersebut.

  • Combro

Combro akronim oncom dijero, merupakan camilan yang terbuat dari singkong parut yang dicampur kelapa parut, dengan isian olahan oncom (oncom di dalam).

  • Misro

Misro akronim amis dijero, mirip seperti combro, yang membedakan hanya isiannya saja. Jika combro merupakan camilan olahan singkong versi asin (gurih), maka misro merupakan camilan olahan singkong versi manisnya, dengan isian gula merah (gula di dalam).

  • Sukro
sukro

Sukro akronim suuk dijero, siapa sangka ternyata nama camilan populer yang satu ini berupa kependekan. Sukro merupakan camilan ringan gurih berbentuk bulat-bulat kecil terbuat dari tepung terigu dengan isian potongan kacang tanah (kacang tanah di dalam).

Antara Comro, Comring, dan Comet

Ketiga camilan ini sama-sama berawalan ‘com’, ketiga camilan ini sebenarnya masih satu camilan yang sama, hanya bentuk dan teksturnya saja yang berbeda. Comring dan comet merupakan bentuk turunan atau inovasi lain dari combro.

  • Comring
comring

Comring akronim combro garing, merupakan combro mini dengan rasa yang lebih gurih dan renyah.

  • Comet

Comet akronim oncom saemet atau comro lemet, merupakan combro dengan ukuran yang lebih kecil.

Antara Batagor, Basreng, dan Baslok

Camilan berikutnya merupakan ketiga camilan yang sama-sama berawalan ‘ba’ akronim dari kata ‘baso‘ (Sunda), atau ‘bakso’ (Indonesia).

  • Batagor

Batagor akronim baso tahu goreng, merupakan kudapan berupa bakso tahu yang digoreng, disajikan dengan siraman suas kacang kental, ditambah potongan tahu, ketimun, pangsit, dan perasan jeruk nipis.

  • Basreng
basreng

Basreng akronim baso goreng, merupakan camilan bakso ikan yang diiris tipis, kemudian digoreng dan diberi bumbu aneka rasa.

  • Baslok

Baslok akronim baso dicolok, jenis bakso non mangkok, jajanan khas kaki lima. Munculnya nama ‘baslok’ ini diambil dari cara menyajikan bakso tersebut, yakni dengan cara dicolok menggunakan lidi atau tusuk gigi.

Antara Cireng, Cimol, Cilok, Cilor, Cipet, Cibay, Cilung, dan Cipuk

Selanjutnya camilan yang terbuat dari bahan yang sama, yaitu tepung aci (tepung kanji). Ada cireng, cimol, cilok, cilor, cipet, cibay, cilung, dan ciput. Banyak ya? Awalan ‘ci’ dari semua nama camilan tersebut sama-sama akronim dari kata ‘aci’.

  • Cireng

Cireng akronim aci digoreng, merupakan camilan berbahan adonan tepung kanji yang digoreng. Saat ini cireng dapat ditemukan hampir di seluruh penjuru nusantara, dengan berbagai macam inovasi, bentuk, dan isian. Masyarakat Sunda sendiri biasa menyantap cireng dengan sambal rujak atau saus kacang.

  • Cimol
cimol

Cimol akronim aci sacemol, merupakan inovasi lain dari olahan tepung kanji. Cimol berbentuk bulat-bulat kecil seperti gundu terbuat dari adonan campuran antara tepung aci, tepung terigu, dan tepung beras. Cimol digoreng dan disajikan dengan aneka pilihan bumbu tabur.

  • Cilok

Cilok akronim aci dicolok, bentuknya bulat seperti bakso, hanya saja bahan yang digunakan berbeda. Cilok mempunyai tekstur yang lebih kenyal. Seperti namanya, cilok disajikan dengan cara dicolok, dan biasa dihidangkan dengan tambahan saus kacang, saus cabai, dan kecap. Sekarang cilok dapat ditemukan dengan aneka variasi, seperti cilok panggang, cilok bakar, cilok goreng, cilok mini, dan lainnya.

  • Cilor

Cilor akronim aci telor, dibuat dari olahan adonan aci yang dipotong kotak-kotak kemudian ditambah kocokan telur, biasanya dimasak di dalam cetakan martabak telur kecil. Cilor yang sudah matang kemudian dihancurkan dan dikocok dengan campuran bumbu tabur aneka rasa.

  • Cipet
cipet

Cipet akronim aci kacepet, nama unik ini sama sekali bukan diambil dari kata ‘cipet’ yang biasa digunakan anak gaul ABG (plesetan kata copet). Cipet merupakan camilan yang bisa dibilang rmirip dengan batagor. Dinamakan cipet, karena aci-nya terjepit di antara tahu.

  • Cibay

Cibay akronim aci lebay, satu lagi camilan unik khas Sunda. Cibay dibuat dari kulit lumpia yang diisi adonan aci yang dibumbui. Cibay digoreng dan disantap hangat dengan cocolan sambal pedas. Disebut juga aci ngambay. Dikatakan ngambay, karena aci akan keluar memanjang saat digigit.

  • Cilung

Cilung akronim aci digulung, merupakan camilan modifikasi berbahan utama aci. Tidak seperti camilan olahan aci pada umumnya, cilung dibuat dari adonan aci yang encer. Adonan tersebut dituang di atas pan yang telah diolesi minyak sayur, seperti membuat kulit lumpia. Ditengah-tengah adonan tersebut kemudian diberi aneka topping seperti bumbu tabur, ceplokan telur puyuh, bon cabai, saus, bahkan mayones. Selanjutnya adonan itu pun digulung perlahan dengan menggunakan tusuk sate. Cilung akan lebih spesial, jika luarnya ditambah taburan serundeng atau abon. Camilan ini hampir menyerupai kerak telor, hanya saja dalam bentuk gulungan.

  • Cipuk
cipuk

Cipuk akronim aci kerupuk, memang tidak sepopuler camilan aci lainnya. Namun Cipuk sangat populer di tanah asalnya (Bandung). Seperti namanya cipuk adalah camilan yang terbuat dari adonan aci yang dicampur kerupuk basah.

Antara Gehu, Gedas, dan Geco

Oke, selanjutnya kita beralih pada camilan olahan tauge, yakni gehu, gedas, dan geco. Meski sama-sama tauge, tidak ada salahnya kita pelajari perbedaannya.

Gehu

Gehu akronim toge tahu, disebut juga tahu isi. Gehu adalah jenis gorengan berupa tahu yang diisi tumisan tauge dan dibalut dengan adonan tepung terigu. Camilan yang satu ini memang sudah sangat familiar dan dapat kita temukan di setiap gerobak penjual gorengan.

  • Gedas

Gedas akronim gehu pedas, jangan mengaku pecinta pedas jika belum pernah mencoba camilan yang satu ini. Gedas merupakan bentuk inovasi dari gehu. Gedas adalah gehu dengan rasa pedas. Gedas mempunyai isian yang lebih variatif, seperti gedas sosis, gedas ayam, gedas kornet, dan yang lainnya. Sering juga kita jumpai gedas dengan cabe rawit utuh di dalamnya. Bagaimana, berani coba?

  • Geco

Geco akronim tauge tauco, bisa dibilang makanan yang satu ini merupakan gabungan antara kupat tahu dan tauge goreng, atau juga bukan keduanya. Geco merupakan makanan berupa rebusan sayuran dengan bumbu tauco kental yang khas. Tauco yang digunakan pun adalah tauco khas Cianjur dengan bungkus kerakas (daun pisang kering). Geco disajikan bersama kentang, mie aci, telur rebus, dan ketupat. Juga dengan bumbu seperti sambal rawit, kecap manis, dan cuka lahang.

Antara Gucang dan Gudang

Camilan selanjutnya adalah camilan yang menggunakan bahan tepung terigu. Ya, sebenarnya Gucang dan Gudang masih satu jenis camilan yang sama, hanya saja kedua camilan tersebut menggunakan bahan campuran yang berbeda.

  • Gucang

Gucang akronim terigu sareng kacang, merupakan sejenis gorengan mirip bala-bala. Hanya saja Gucang tidak menggunakan sayuran, melainkan menggunakan kacang tunggak sebagai bahan campuran.

  • Gudang

Gudang akronim terigu sareng wadang, sama seperti gucang, yang membedakan gudang menggunakan wadang (nasi sisa) sebagai bahan campuran.

Camilan nomor berapa yang pernah dicoba? Selain camilan yang telah disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak lagi camilan khas Sunda yang namanya berupa singkatan. Bagaimapun, kita harus bangga dengan kekayaan kuliner yang Indonesia punya.