2 Pembalap Gagal Moncer, Bos Petronas Yamaha Ungkapkan Tetap Puas

13

Bukan hanya juara yang gagal didapat, tetapi kedua pembalap ini juga tidak masuk lima besar saat mengikuti balapan kandang  sebagai bagian dari Petronas Yamaha. Meski saat itu di posisi start, kedua pembalap tersebut sebenarnya sangat diuntungkan, apalagi saat Quartararo mendapatkan pole positiondan Morbidelli berada di posisi ketiga.

Namun kegagalan ini disebabkan kedua pembalap tak bisa dengan baik memanfaatkan posisi yang cukup menguntungkan tersebut untuk meraih kemenangan. Hingga posisi Morbidelli mencapai finish di posisi keenam sedangkan posisi finish Quartarari di urutan ketujuh. Hal yang kurang menyenangkan ini tetap ditanggapi dengan positif oleh Bos Tim Petronas, Razlan Razali. Sebab dibeberapa hal yang lain, kedua pembalap tersebut sudah memberikan yang terbaik.

Dikatakan Razali Selasa, 05 November 2019 bahwa kompetisi tersebut ialah debut GP di Malaysia yang luar biasa khususnya untuk Tim Balap Petronas Sepang. Razali mengatakan hal serupa bahwa semuanya memang sangat ketat dan tentunya bisa membuat persaingan sangat kompetitif.

Ditambah mendapat dukungan yang cukup fenomenal di Sirkuit Internasional Sepang. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada penonton dan semua pihak yang telah datang menyaksikan kompetisi tersebut. Meskipun saat berada di lintasan ada hasil beragam yang diperoleh.

Razali menambahkan bahwa kedua pembalap Morbidelli dan Quartararo tidak bisa mengambil dan memanfaatkan kesempatan dengan baik. Bahkan keuntungan ini memang tak bisa didapatkan dari posisi start di ajang balapan Moto GP kali ini. Baginya, hal ini meskipun kurang menyenangkan namun Razali menganggapnya bukan masalah. Sebab untuk kedepannya mereka bisa mengamankan diri hingga jadi tim satelit yang terbaik.

Razali kembali melanjutkan bahwa Fabio sudah meningkatkan kemampuan dan keunggulannya di klasemen. Fabio menjadi pembalap tim satelit terbaik dan mempertahankan posisinya untuk tetap di depan motor Suzuki. Sehingga kejadian ini tak membuatnya terlalu kecewa. Sebab masih ada hal bagus yang bisa dirayakan dengan kedua pembalap tersebut bersama rekan timnya.

Kejadian ini memang tak bisa disalahkan siapa-siapa, tetapi yang paling penting ialah mereka tahu dimana penyebab kegagalan tersebut. Sehingga kedepannya bisa terus berusaha dan memperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi.