2 Alasan Mengapa Orang Banyak Memilih Menjadi DPR

18

Tanggal 1 Oktober 2019 kemarin, telah resmi 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dilantik di gedung DPR Senayan, Jakarta.

Seperti diketahui beberapa dari mereka yang dilantik berasal dari beberapa figur di dunia entertainment. Kira-kira apa saja sih yang membuat mereka memilih menjadi anggota DPR ? Berikut ulasannya.

Beberapa artis kini mulai banyak yang membanting setir dan memilih menjadi anggota dewan yang berdiri mewakili suara rakyat. Mereka bahkan rela meninggalkan dunia panggung yang telah membesarkan namanya.

Bagi mereka, sudah saatnya mereka mengikuti nurani mereka untuk membantu kinerja pemerintah yang saat ini dikatakan sangat membahayakan negara dan para rakyatnya.

Beberapa dari mereka juga ada yang geram atas kinerja pemerintah yang masih saja melakukan tindak kriminalitas seperti korupsi dan kejahatan lainnya. Untuk itu banyak dari mereka yang ingin sekali memberantas korupsi terutama di lapisan pemerintahan.

Wah kalau memang itu niat mereka, kita dukung dan kita doakan terus ya agar mereka dapat mengemban amanah dari rakyat dengan baik dan bersih.

Nah kira-kira berapa sih gaji untuk para anggota DPR ? Mau tau berapa angka nominalnya ? Ini dia ulasannya.
Sebagai anggota dewan, ternyata mereka mendapatkan gaji yang lumayan loh.

1. Gaji Pokok dan Tunjangan DPR

Berdasarkan surat edaran Setjen No. KU.00/9414/DPRRI/XII/2010 gaji pokok yang diterima para anggota dewan sebesar Rp. 4.200.000. Selain itu, anggota dewan juga mendapat tunjangan diantaranya : tunjangan istri sebesar Rp. 420.000, tunjangan anak sebesar Rp. 168.000, uang sidang per paket sebesar Rp. 2.000.000, tunjangan jabatan sebesar Rp. 9.700.000, tunjangan beras Rp. 198.000, tunjangan PPH sebesar Rp. 1.729.608.

2. Tunjangan Tambahan

Bukan hanya tunjangan itu saja, DPR masih mendapatkan tunjangan lainnya sebagaimana yang telaj disebutkan di surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2015 dengan hal persetujuan prinsip tentang kenaikan indeks tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran, serta bantuan langganan listrik dan telepon.

Tunjangan kehormatan:
a) ketua badan/komisi Rp. 4.460.000 naik menjadi Rp. 6.690.000
b) wakil ketua badan/komisi Rp. 4.300.000 naik menjadi Rp. 6.450.000
c) anggota Rp. 3.720.000 naik menjadi Rp. 5.580.000

Tunjangan komunikasi intensif:
a) ketua badan/komisi Rp. 14.140.000 naik menjadi Rp. 16.468.000
b) wakil ketua badan/komisi Rp. 14.140.000 naik menjadi Rp. 16.009.000
c) anggota Rp. 14.140.000 naik menjadi Rp. 15.554.000

Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran:
a) ketua badan/komisi Rp. 3.350.000 naik menjadi Rp. 5.250.000
b) wakil ketua badan/komisi Rp. 3.000.000 naik menjadi Rp. 4.500.000
c) anggota Rp. 2.500.000 naik menjadi Rp. 3.750.000

Tunjangan bantuan listrik dan telepon dari Rp. 5.500.000 menjadi Rp. 7.700.000

Wah pantas saja banyak orang yang berlomba-lomba memperebutkan kursi DPR bahkan ada yang sampai menghalalkan segala cara. Ternyata ini juga yang menjadi salah satu faktornya. Kita harap dengan gaji yang diterima para anggota dewan dapat seimbang dengan kinerja mereka.