11 Maret 2019, Kolaka Sulawesi Tenggara Kembali Gempa

80

Pada hari senin, tanggal 11 maret 2019 telah terjadi gempa di Kolaka Sulawesi Tenggara. Gempa ini terjadi sekitar pukul 03.22 Wita. Menurut pantauan BMKG Kendari, titik gempa terdapat pada koordinat 4,46 LS dan 121,64 BT, yang mana titik koordinat ini berada sekitar 45,7 KM dari tenggara Kolaka, Kabupaten Kolaka. Atau dari Barat Laut Rumbia terletak sekitar 53,1 KM dari pusat gempa. Rumbia merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Gempa ini berkekuatan 3,2. Gempa ini disebut dengan gempa tektonik magnitudo.

Gempa magnitudo merupakan jenis gempa bumi dangkal yang terjadi akibat adanya aktivitas sesar kolaka di Barat Laut Kabupaten Bombana. Aktivitas sesar berupa perpindahan batuan yang terjadi akibat dari gerakan massa batuan. Sesar-sesar ini terjadi akibat adanya aksi dari gaya lempeng tektonik. Gaya lempeng tektonik ini nantinya akan membentuk batas-batas antar lempeng. Lempeng tektonik ini memiliki energi, jika energi ini dilepaskan akan menyebabkan gerakan yang cepat pada sesar aktif. Gerakan sesar aktif inilah yang menyebabkan munculnya gempa, seperti yang terjadi di Kolaka.

Sulawesi tenggara termasuk wilayah yang rawan terhadap gempa, karena di Sulawesi Tenggara terdapat lima sesar aktif, sesar aktif ini antara lain sesar Buton yang terdapat di Pulau Buton, Sesar Kendari terdapat di sekitar Kota Kendari, Sesar Tolo terdapat di Laut Banda, Sesar Lawanopo terdapat daratan utama Sultra, satu lagi sesar Kolaka.gempa yang terjadi di Kolaka disebabkan oleh aktivitas dari sesar kolaka aktif ini .

Selain sesar aktif yang terdapat di Sulawesi Tenggara, ada sesar lain yang aktif terdapat di provinsi lain, tetapi jika terjadi aktivitas gerakan sesar aktifnya akan berdampak ke wilayah Sulawesi Tenggara. Sesar aktif ini yaitu sesar Matano terdapat di Sulawesi Tengah. Dengan kondisi sesar yang banyak aktif ini diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara selalu waspada dengan melihat info-info terupdate dari BMKG.

Berdasarkan hasil pantauan BMKG tentang gempa magnitudo yang terjadi di Kolaka, dari awal terjadinya gempa yaitu sekitar 03.22 Wita sampai pukul 07.00 Wita, dilaporkan belum terjadi gempa susulan. Sejauh ini kondisi aman, selain itu di sekitar lokasi gempa belum ada laporan tentang dampak negatif yang disebabkan oleh gempa magnitudo tersebut. Rosa Amelia, S.Si, yaitu kepala stasiun Geofisika Kendari menyatakan bahwa jenis gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kedalaman gempa hanya 14 KM.

Demikianlah informasi tentang gempa yang terjadi di Kolaka, Sulawesi Tenggara, diharapkan warga jangan sampe panik. Tapi tetap waspada dan Tetap update dengan informasi-informasi resmi dari BMKG. Jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu dari luar yang memberikan informasi yang tidak benar terhadap kejadian gempa ini.