10 Tindakan Nakal Beberapa Yayasan Pendidikan Di Indonesia!

71

Pendidikan jadi hal yang tentunya harus diperhatikan oleh banyak orang. Di Indonesia pendidikan masih terus berusaha dikembangkan, mulai dari cara mengajar hingga berbagai sistem pendidikan bagi generasi muda.

Sumber : kaskus.co.id
Sumber : kaskus.co.id

Yayasan pendidikan menjadi salah satu scope yang membantu perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Namun, tidak semua yayasan mendukung perkembangan pendidikan, tak sedikit yayasan nakal yang mencoreng nama pendidikan di Indonesia. Oleh karenanya, penulis melakukan riset dan investigasi ke beberapa yayasan mengenai tingkah buruk yayasan yang “nakal” dan berikut tindakan buruk yayasan di Indonesia:

1Berkembangnya Yayasan Pendidikan Mata Duitan

Banyak yayasan yang mengutamakan “bisnis” daripada memberikan pendidikan berkualitas kepada peserta didik. Mereka terkadang melakukan tindak pelanggaran seperti membuat proposal dengan data palsu, memanipulasi dokumen dan lain sebagainya untuk mendapatkan dana bantuan.

2Yayasan Yang Menelantarkan Peserta Didik

Sumber: news.detik.com

Banyak yayasan yang menelantakan peserta didiknya. Pihak yayasan tidak memberikan fasilitas yang memadai untuk belajar para peserta didik. hal tersebut tentunya membuat para peserta didik merasa tidak nyaman ketika belajar.

3Menelantarkan Para Pendidik Honorer

Para peserta didik honorer seakan ditelantarkan mereka rela mengajar dengan pembayaran gaji sebesar 300.000 rupiah per bulan yang dibayarkan setiap 3 bulan sekali. Hal itu membuat para pendidik harus berfikir dua kali, selain harus mengajar mereka juga harus berusaha untuk kehidupan pribadinya.

4Mementingkan Yayasan Pusat Daripada Cabang

Beberapa yayasan lebih mementingkan pusat daripada cabang. Ada yayasan yang menelantarkan cabang di daerah terpencil sehingga tak layak dipakai untuk KBM. Padahal dana bantuan pemerintah selalu turun secara rutin.

5Mementingkan Gengsi

Banyak yayasan yang mementingkan gengsi dibandingkan memberikan hak kepada para peserta didik dan pendidiknya. para pemilik yayasan berlomba-lomba memperkaya diri mereka. Namun tidak memberikan hal terbaik untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

6Melakukan Tindakan Korupsi Terselubung

Korupsi terselubung jadi halyang lumrah di kalangan yayasan-yayasan pendidikan di Indonesia. Mereka berusaha keras menutupi tindakan mereka dengan berbagai kegiatan agar tak tercium oleh pihal berwajib. Contohnya mereka membuat laporan kegiatan palsu untuk dana bantuan BOS dan lain sebagainya. Akan tetapi dana tersebut tidak tersalurkan pada peserta didik dan para pendidik.

7Melupakan Karir Para Guru

Para pendidik atau guru yang mengajar di yayasan terkadang tak bisa berkembang karirnya. Pihak yayasan seakan lupa dengan perngorbanan mereka untuk mengembangkan yayasan dan memberikan pendidikan yang layak kepada para peserta didik. Salah satu contohnya adalah lupa mengurus NUPTK ( Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan ) para guru yang tentunya sangat penting untuk kelangsungan karir mereka sebagai guru.

8Tidak Mengurus Kepindahan Murid

Beberapa yayasan bahkan banyak yang tidak mengurus kepindahan murid yang memilih pindah ke sekolah lain. Hal itu berdampak pada nomor induk siswa mereka dan kesulitan ketika akan mengikuti ujian sekolah.

9Memberikan Fasilitas Buruk

Biasanya, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lancar. Dibutuhkan fasilitas yang memadai, akan tetapi tak sedikit yayasan yang tak memperdulikan fasilitas, padahal si pemilik yayasan memiliki aset melimpah. Tentunya hal ini menjadi salah satu fakta buruk pendidikan di Indonesia.

10Menggunakan Dana Bantuan Untuk Kampanye

Para pemilik yayasan biasanya merasa gatal ingin ikut berpartisipasi di dunia politik. Tapi, mereka dengan tega menggunakan dana bantuan pendidikan dari pemerintah untuk kegiatan kampanye mereka di dunia politik.

Perkembangan pendidikan tentunya menjadi tanggung jawab kita semua, sudah selayaknya kita tanggap  dan jeli terhadap pelanggaran yang akan merugikan orang banyak. Peran kita semua dibutuhkan agar tidak ada lagi pelanggaran di berbagai sektor yang berkembang di negara kita.