10 Daftar Petinju Indonesia yang Meninggal di Atas Ring

307

Olahraga tinju di Indonesia memang merupakan olahraga yang memiliki banyak penggemar, namun dibalik kesuksesan olahraga tinju ini, terdapat beberapa kisah kelam. Banyak petinju Indonesia yang meninggal ketika melakukan pertandingan. Berikut adalah 10 petinju Indonesia yang meninggal di atas ring:

1. Tubagus Setia Sakti

Petinju yang masih terbilang muda ini harus meregang nyawa saat bertanding melawan Ical Tobida dalam kejuaraan Nasional Ad Interim Versi Komisi Tinju Profesional Indonesia KTPI pada tahun 2013 lalu. Petinju asal Bandar Lampung yang masih berusia 17 tahun ini meninggal akibat pendarahan di otak setelah TKO pada ronde ke-8.

Namun Badan Olahraga Profesional Indonesia atau BOPI menemukan kejanggalan pada pertandingan yang berlangsung waktu itu. Promotor pertandingan, Syarifuddin Lado, seharusnya tidak boleh menjadi penata tanding karena justru akan menimbulkan konflik kepentingan. Kejanggalan inilah yang menjadi pertanyaan banyak pihak mengenai kematian Tubagus Setia Sakti.

2. Afrizal Cotto

Afrizal Cotto meninggal setelah melakukan tanding melawan Irvan Barita Marbun. Pertandingan yang diadakan pada tanggal 31 Maret 2012 ini membuatnya kalah KO di ronde ke 3. Setelah bertanding, Afrizal Cotto tidak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, namun ketika berada di ruang ganti, kondisinya justru memburuk. Akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Petinju asal Sumatera Utara yang lahir pada tanggal 14 September 1981 ini meninggal dunia setelah melakukan operasi akibat pendarahan otak pada tanggal 4 April 2012.

3. Anis Dwi Mulya

Petinju yang lahir pada 13 Oktober 1989 ini kalah TKO pada ronde ke 6 setelah melawan Irvan Bones pada 15 Maret 2007. Sebelumnya ia telah berbicara pada wasit agar pertandingan dihentikan. Petinju asal Surabaya ini meninggal dunia di RS UKI Cawang pada tanggal 20 Maret 2007.

Setelah operasi, keadaan Anis Dwi Mulya semakin membaik, namun tiba-tiba kondisinya semakin memburuk akibat turunnya trombosit. Diperkirakan Anis telah menderita demam berdarah sebelumnya sehingga mengakibatkan penurunan jumlah trombosit yang tiba-tiba.

4. Valentinus Nahak

Petinju  yang meraih medali emas SEA Games Jakarta 2011 ini meninggal akibat penyakit kelenjar getah bening yang diidapnya. Valentinus Nahak meninggal pada tanggal 2 Agustus 2018 lalu setelah menjalani kemoterapi pertamanya. Kemungkinan besar tubuhnya tidak sanggup menjalani kemoterapi.

Saat itu ia sedang menjalani Pelatnas ASIAN Games 2018, namun akhirnya terpaksa dibawa pulang ke Bali karena kondisi tubuhnya semakin menurun. Permintaan ini adalah permintaan dari keluarganya sendiri karena khawatir dengan kondisinya. Ia juga sempat dijenguk oleh sesama petinju dan saling bercengkerama satu sama lain.

5. Muhammad Alfarizi

Muhammad Alfarizi meninggal dunia pada tanggal 4 April 2012 akibat pendarahan otak yang dideritanya usai bertanding melawan Kongthawat Ora Sorkiti. Putra dari pelatih tinju H. Josis Siswoyo ini meninggal setelah menderita koma selama 3 hari usai pertandingan. Petinju yang lahir di Bandung pada 8 Februari 1976 ini telah memiliki rekor 19 pertandingan, dimana 14 menang dan 5 kalah.

Itulah 5 petinju asal Indonesia yang meninggal ketika bertanding. Tinju memang merupakan olahraga ekstrim, namun kewaspadaan dan keselamatan dalam setiap pertandingan wajib dijunjung tinggi. Semoga Indonesia tidak lagi kehilangan atlet tinju terbaiknya. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.