Marapu, Sebagai Kepercayaan Lokal Leluhur Masyarakat Sumba

110
source : Youtube

Sumba merupakan pulau yang terletak di Nusa Tenggara Timur dan dikenal akan keindahan alamnya yang tediri dari hamparan bukit sabana hijau dan pantai yang indah. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan keunikan dari kearifan lokalnya, tahukah kalian bahwa pulau Sumba menyimpan salah satu warisan leluhur yang hingga saat ini masih dilestarikan? Bukan berbentuk materiil tetapi lebih kepada kepercayaan lokal mereka yang belum diakui Indonesia. Pada kesempatan kali ini mari menambah pengetahuan tentang fakta salah satu kepercayaan lain di Indonesia tepatnya di Sumba, yakni Marapu.

Salah satu bentuk praktik kepercayaan ini adalah memuja roh-roh nenek moyang yang terlebih dahulu meninggalkan dunia. Penganut Marapu percaya bahwa roh orang yang telah meninggal akan memasuki dunia baru disebut Prai Marapu. Fakta lain penganut Marapu memuja roh nenek moyang adalah mereka percaya bahwa Tuhan tidak melakukan intervensi pada urusan duniawi sehingga dibutuhkan perantara untuk menyampaikan doa kepada Tuhan. Marapu atau arti lainnya adalah leluhur diyakini menjadi perantara untuk menyampaikan segala doa manusia bumi kepada Tuhan.

Terdapat keunikan lain dari kepercayaan Marapu yaitu penganutnya percaya bahwa kemaluan perempuan memiliki kekuatan gaib karena dapat melahirkan anak dan keluar darah menstruasi sehingga muncullah larangan tertentu, seperti persetubuhan suami-istri hanya boleh dilakukan saat malam hari.

Kendati terdapat pertimbangan lain oleh pihak berwenang akan alasan belum diakuinya agama Marapu. Namun kepercayaan ini telah lahir sebelum Indonesia merdeka sebagai kepercayaan warisan leluhur yang kemungkinan telah ada saat animisme dan dinamisme menjadi kepercayaan dominan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, kepercayaan leluhur ini tidak lepas dari pengaruh kuat atas unsur budaya lokal beserta kearifannya. Dapat dikatakan bahwa mereka adalah salah satu kaum pelestari budaya leluhur Indonesia.